<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4488958160642228502</id><updated>2011-07-29T12:28:37.758+07:00</updated><category term='pendidikan karater'/><category term='keorganisasian'/><category term='All About Islam'/><title type='text'>Positif Thinking &amp; Feeling</title><subtitle type='html'>Hidup Adalah Pembelajaran</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://positifpower.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>An Nahl</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17359639088217681203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SVdAybXkjFI/AAAAAAAAACY/FmZRbRYH-Ss/S220/DSC_5961edit.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4488958160642228502.post-8983846323112618652</id><published>2009-09-10T21:46:00.001+07:00</published><updated>2009-09-10T21:46:57.318+07:00</updated><title type='text'>Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Sekolah</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Peran TIK Bagi murid&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terdapat beberapa peran TIK dalam membantu siswa dalam belajar, yaitu:&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;			&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;table border='0' style='border-collapse:collapse'&gt;&lt;colgroup&gt;&lt;col style='width:36px'/&gt;&lt;col style='width:555px'/&gt;&lt;/colgroup&gt;&lt;tbody valign='top'&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style='padding-left: 7px; padding-right: 7px'&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:10pt'&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style='padding-left: 7px; padding-right: 7px'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:10pt'&gt;Pertama,  &lt;em&gt;presenting information&lt;/em&gt;. Dengan adanya TIK, data dan informasi akan dengan mudah dapat diperoleh oleh siswa hanya dengan memasukkan data yang sesuai dengan yang diinginkan oleh para siswa dalam sistem internet (pencarian dengan google).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style='padding-left: 7px; padding-right: 7px'&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:10pt'&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style='padding-left: 7px; padding-right: 7px'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:10pt'&gt;Kedua,  &lt;em&gt;quick and automatic completion of routine tasks&lt;/em&gt;. Tugas-tugas rutin siswa dapat diselesaikan dengan menggunakan bantuan komputer dengan cepat dan otomatis. Dengan adanya komputer, siswa dapat membuat grafik, perhitungan data, membuat paparan yang beranimasi, dan lain sebagainya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style='padding-left: 7px; padding-right: 7px'&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:10pt'&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style='padding-left: 7px; padding-right: 7px'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:10pt'&gt;Ketiga,  &lt;em&gt;assessing and handling information&lt;/em&gt;. Dengan adanya komputer yang dihubungkan dengan intenet, siswa dapat dengan mudah memperoleh dan mengirimkan informasi dengan mudah dan cepat. Melalui jaringan internet, siswa dapat memiliki website yang menjangkau keseluruh dunia.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Peran TIK Bagi Guru&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;Semua hal itu tidak akan terjadi dengan sendirinya karena setiap siswa memiliki kondisi yang berbeda antara satu dengan lainnya. Siswa memerlukan bimbingan baik dari guru maupun dari orang tuanya dalam melakukan proses pembelajaran dengan dukungan TIK. Dalam kaitan ini guru memegang peran yang amat penting dan harus menguasai seluk beluk TIK dan yang lebih penting lagi adalah kemampuan memfasilitasi pembelajaran anak secara efektif.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;Guru harus memberikan peluang yang sebesar-besarnya bagi siswa untuk mengembangkan cara-cara pembelajarannya sendiri sesuai dengan kondisi masing-masing. Disamping itu, guru diharapkan mampu memahami kondisi setiap siswa dan membantunya ke arah perkembangan optimal. Sebagai manajer pembelajaran, guru memiliki kemandirian dan otonomi yang seluas-luasnya dalam mengelola keseluruhan kegiatan belajar-mengajar dengan mendinamiskan seluruh sumber-sumber penunjang pembelajaran. guru bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi anak, akan tetapi ia sebagai fasilitator pembelajaran siswa.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Peran guru yang strategis, menuntut kerja guru yang profesional, dan mampu mengembangkan ragam potensi yang terpendam dalam diri anak didik. Sedemikian besar peran guru dalam melakukan perubahan terhadap peradaban lewat anak- didik yang akan menentukan masa depan. Guru sebagai tenaga pendidikan secara substantif memegang peranan tidak hanya melakukan pengajaran atau transfer ilmu pengetahuan (kognitif), tetapi juga dituntut untuk mampu memberikan bimbingan dan pelatihan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Guru sebagai tenaga professional, ahli dalam bidang (akademis) yang ditandai dengan memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga pendidikan yang berwenang dan terakreditasi oleh pemerintah. Seseorang yang telah memiliki sertifikat mengajar, dinyatakan sebagai ahli dalam bidang akademis tertentu, memiliki hak untu mengajar dalam lembaga atau satua pendidikan. Secara akademis, seorang guru professional ia memiliki keahlian atau kecakapan akademis atau dalam bidang ilmu tertentu; cakap mempersiapkan penyajian materi (pembuatan silabus; program tahunan, program semster) yang akan menjadi acuan penyajian; melaksanakan penyajian materi; melaksanakan evaluasi atas pelaksanaan yang dilakukan; serta mampu memperlakukan siswa secara adil dan secara manusiawi. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4488958160642228502-8983846323112618652?l=positifpower.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positifpower.blogspot.com/feeds/8983846323112618652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2009/09/peranan-teknologi-informasi-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/8983846323112618652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/8983846323112618652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2009/09/peranan-teknologi-informasi-dan.html' title='Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Sekolah'/><author><name>An Nahl</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17359639088217681203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SVdAybXkjFI/AAAAAAAAACY/FmZRbRYH-Ss/S220/DSC_5961edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4488958160642228502.post-3813949916183524681</id><published>2009-08-25T10:56:00.005+07:00</published><updated>2009-09-01T00:10:52.936+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan karater'/><title type='text'>Masalah Siapa Takut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SpNhwmwunHI/AAAAAAAAAFo/fxuysgh9njs/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 101px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SpNhwmwunHI/AAAAAAAAAFo/fxuysgh9njs/s320/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373746268049677426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti pernah mengalami masalah. Baik itu masalah kecil dan sepele sampai masalah berat lagi pelik. Namun disisi lain, dengan adanya masalah itulah hidup kita menjadi lebih berwarna, ibarat makanan jika tidak pakai bumbu maka rasanya kurang enak dilidah. Ya secara sederhana masalah dapat di analogikan dengan bumbu-bumbu pada masakan. Hakekatnya masalah itu sebenarnya anugrah dari alloh untuk para hambanya. Bahkan terdapat pelajaran yang nyata dan berharga dalam setiap masalah bagi orang – orang yang mau berpikir !&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nah, sebenarnya hanya ada 2 pilihan ketika kita dilanda masalah yaitu hadapi atau lari. Hanya dua itu saja tidak lebih atau kurang. Bagi hamba yang memilih jalan untuk menghadapi masalah itu berarti sebenarnya ia adalah insan yang bersyukur. Sedang bagi hamba yang lari dari masalah sejatinya ia sungguh malang.&lt;br /&gt;Hamba yang berani menghadapi apapun masalahnya sejatinya ia adalah insan yang percaya kepada Alloh. Percaya karena Alloh tidak pernah dan takkan pernah memberi masalah (cobaan) kepada hambanya melebihi kadar kemampuan kita. Sebagaimana firmannya dalam Al Qur’an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa&lt;br /&gt;(dari kejahatan) yang dikerjakannya…..”&lt;br /&gt;Al Baqoroh : 286&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah anda percaya bahwa Alloh tidak pernah menguji hamba-Nya melainkan sesuai kadar mereka masing-masing? Ayat yang saya kutip di atas adalah bukti nyata, sebab Alloh selalu berfirman sesuatu yang benar dan tidak pernah berbohong pada setiap hambanya. Jadi kenapa harus takut menghadapi masalah sebab kita sebenarnya mampu.&lt;br /&gt;Sebenarnya cara menghadapi masalah sungguh sangat sederhana. Bahkan sebenarnya anda pun sudah tahu. Jadi apa caranya ? ya tebakan anda benar. Kunci menghadapi masalah adalah berusaha dan berdoa lalu hasilnya kita kembalikan ke Alloh. Alloh lah yang memberi cobaan maka Alloh jua lah yang menentukan. Jika kita analogikan dengan sebuah ulangan, gurulah yang membuat soal kepada kita kemudian kita hanya dapat berdoa dan mengerjakan dengan sungguh-sungguh. Terahir hasil kerjaan kita serahkan kepada sang guru kembali untuk dinilai. Dan seperti itulah mekanisme sebuah masalah berjalan.&lt;br /&gt;Mintalah kepada Alloh atas segala masalah yang menimpa kita. Karena sekali lagi saya ingatkan segala hal bersumber kepada kehendak Alloh maka DIA lah yang memberi jalan keluar. Sebagaimana firman Alloh dalam surat berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya&lt;br /&gt;jalan keluar.” (QS Ath Thalaaq:2)&lt;br /&gt;“Dan barang-siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan&lt;br /&gt;baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS Ath Thalaaq:4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhir kata saya tegaskan kembali bahwa masalah (cobaan) yang Alloh berikan sejatinya adalah anugrah bagi hambanya yang mana membuat hidup menjadi berwarna, serta terdapat ilmu yang berharga di dalamnya. Dan hal tersebut berlaku bagi hambanya yang bersyukur, berfikir, dan berprasangka baik kepada NYA. Meskipun masalah (cobaan) itu anugrah bukan berarti kita harus menjadi orang yang mencari-cari masalah. Sekian, mohon maaf bila ada kesalahan dari saya yang membuat ketidakenakkan bagi anda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4488958160642228502-3813949916183524681?l=positifpower.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positifpower.blogspot.com/feeds/3813949916183524681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2009/08/setiap-manusia-yang-hidup-di-dunia-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/3813949916183524681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/3813949916183524681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2009/08/setiap-manusia-yang-hidup-di-dunia-ini.html' title='Masalah Siapa Takut'/><author><name>An Nahl</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17359639088217681203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SVdAybXkjFI/AAAAAAAAACY/FmZRbRYH-Ss/S220/DSC_5961edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SpNhwmwunHI/AAAAAAAAAFo/fxuysgh9njs/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4488958160642228502.post-8969450363514878235</id><published>2009-02-23T16:18:00.001+07:00</published><updated>2009-09-01T00:12:33.903+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan karater'/><title type='text'>Apakah anda pendengar yang simpatik?</title><content type='html'>Bacalah tujuh kalimat berikut dan berikan angka 4 bila jawabannya menurut anda selalu, angka 3 untuk biasanya, dan angka 2 untuk jarang, serta angka 1 untuk tidak pernah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1…….apakah saya membiarkan pembicara menyelesaikan kalimatnya tanpa menyelanya atau interupsi.&lt;br /&gt;2…….apakah saya mendengarkan beberapa maksud yang tersirat?&lt;br /&gt;3…….ketika menulis pesan, apakah saya mendengarkan, dan menuliskan fakta atau kalimat-kalimat penting?&lt;br /&gt;4…….apakah saya mengulangi apa yang baru dikatakan orang lain untuk suatu materi pembicaraan yang kurang saya mengerti?&lt;br /&gt;5…….apakah saya bisa menghindari sikap permusuhan jika pembicaraan ternyata tidak sesuai dengan saya(tidak saya mengerti)?&lt;br /&gt;6…….apakah saya berusaha menyingkirkan gangguan-gangguan ketika saya terlibat dalam permbicaraan denagn seseorang?&lt;br /&gt;7…….apakah saya berusaha tampak tertarik denagan apa yang dikatakan/dibicarakan oleh orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sobat mari kita lihat skornya. Jumlahkan angka-angka yang sudah saudara cntumkan tersebut, dan lihatlah pengklasifikasian dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika jumlah skor anda 26 atau lebih tinggi menunjukan anda pendengar yang simpatik.&lt;br /&gt;• Jika jumlah skor anda 22-25 menunjukan anda sudah lebih baik dari rata-rata.&lt;br /&gt;• Jika jumlah skor anda 18-21 menunjukan anda harus menigkatkan diri lebih baik.&lt;br /&gt;• Jika jumlah skor anda 17 ke bawah, maka anda WAJIB berlatih untuk mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, apakah anda pendengar yang simpatik?&lt;br /&gt;Silahkan renungkan jawaban tes tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari “developing the leader within you”  John C. Maxwell.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4488958160642228502-8969450363514878235?l=positifpower.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positifpower.blogspot.com/feeds/8969450363514878235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2009/02/apakah-anda-pendengar-yang-simpatik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/8969450363514878235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/8969450363514878235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2009/02/apakah-anda-pendengar-yang-simpatik.html' title='Apakah anda pendengar yang simpatik?'/><author><name>An Nahl</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17359639088217681203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SVdAybXkjFI/AAAAAAAAACY/FmZRbRYH-Ss/S220/DSC_5961edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4488958160642228502.post-2387018249174117892</id><published>2009-02-23T16:16:00.001+07:00</published><updated>2009-09-01T00:13:42.529+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keorganisasian'/><title type='text'>Hakikat organisasi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sebuah organisasi layaknya sebuah manusia dengan anggota tubuh yang lengkap dan memiliki fungsi serta tugas yang berbeda. Masing-masing anggota tubuh yang berbeda itu pada hakikatnya bekerjasama membentuk satu kesatuan utuh sehingga manusia itu hidup. Setiap angota tubuh menjalankan tugas dan fungsinya secara sadar dan tidak pernah mengeluhkan beban yang ia terima. Setiap angota tubuh juga tidak pernah merasa iri dengan tugas  angota tubuh yang lain dan tidak pernah terpikir untuk saling bertukar tempat sebab mereka sadar bahwa mereka telah ditempatkan oleh sang pencipta yang maha Adil pada bagian-bagian sesuai dengan kemampuan mereka. Mereka selalu bersyukur atas apa yang ditetapkan oleh-NYA kepada mereka. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada mata yang mau bertukar dengan telinga karena ia sadar bahwa tugasnya adalah melihat bukan untuk mendengar. Tidak ada tangan yang mau ditukar dengan kaki karena ia sadar bahwa tugasnya bukan untuk berjalan tetapi untuk memegang, mengambil benda. Tidak ada jantung yang mau bertukar dengan paru-paru tugasnya adalah untuk membantu mengalirkan darah ketubuh dimana paru-paru tidak dapat mengerjakannya.&lt;br /&gt;Setiap anggota tubuh saling berhubungan satu dengan yang lain, mereka saling  bekerjasama membentuk tugas dan fungsi yang lebih luas. System saraf memungkinkan terjadinya koordonasi gerak dan tugas antara tiap-tiap anggota tubuh,&lt;br /&gt;Namun ketika anggota tubuh itu  sakit maka keseimbangan akan terganggu dan manusia tidak dapat berkegiatan sebagaimana mestinya. Ketika tangan tertusuk duri semua anggota tubuh lain akan merasakan sakit. Ketika ginjal rusak maka sirkulasi penbentukan urine akan terganggu, penyucian darah tidak terjadi maka tubuh akan merasa lemah, setiap aktivitas terganggu dan tidak maksimal dalam bekerja. Ketika system saraf rusak, terputus atau terganggu maka terjadi disfungsi antara tiap anggota tubuh yang mana menggangu aktivitas manusia itu.&lt;br /&gt;Untuk menjaga anggota tubuh tetap sehat maka perlu dilakukan pengecekkan kesehatan secara rutin. Berolahraga secara teratur juga mampu menjaga setiap anggota tubuh supaya tetap sehat. Bahkan terdapat bermacam macam olah raga yang ditujukan secara khusus untuk tiap-tiap anggota tubuh.&lt;br /&gt;Bila pada saatnya tiba setiap anggota tubuh akan dimintai bertanggungjawabannya oleh penciptanya. Tangan akan ditanyai apa yang ia pegang, kaki akan ditanyai kemana ia melangkah, mulut akan ditanyai tentang perkataan yang ia keluarkan, mata akan ditanyai apa yang ia lihat, telinga akan ditanyai apa yang ia dengar, otak akan ditanyai apa yang ia pikirkan. Masing-masing akan menjawab dengan sadar tentang apa yang ia lakukan. Ketika yang dikatakan baik maka baiklah manusia itu di hadapan-Nya, namun ketika yang dikatakan buruk maka buruklah manusia itu dihadapan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu berkacalah kepada diri anda sendiri sudah benarkah anggota tubuh anda?&lt;br /&gt;Sudah benarkah organisasi anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkanlah wahai saudara ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah wahai saudaraku menjalankan amanah yang di berikan kepada anda layaknya anggota tubuh menjalankan tugas dan fungsinya secara ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab?&lt;br /&gt;Tahukah wahai saudaraku tentang amanahmu itu?&lt;br /&gt;Tahukah wahai saudaraku bahwa amanah yang ada itu penting dan menyangkut umat?&lt;br /&gt;Tahukah wahai saudaraku bahwa amanah yang ada padamu itu meskipun bagimu kecil namun berarti besar bagi umatmu?&lt;br /&gt;Tahukah wahai saudaraku bahwa suatu saat nanti anda akan dimintaai pertanggungjawaban bahkan terhadap hal yang teramat kecil yang pernah anda lakukan?&lt;br /&gt;wahai saudaraku saudaraku renungkanlah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebaikan yang tidak terorganisasi dengan baik akan sangat mudah dihancurkan oleh kejahatan yang terorganisasi sangat rapi.&lt;br /&gt;(khalifah Ali bin Abi Thalib)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ingatlah bahwa kita tidak sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4488958160642228502-2387018249174117892?l=positifpower.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positifpower.blogspot.com/feeds/2387018249174117892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2009/02/hakikat-organisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/2387018249174117892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/2387018249174117892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2009/02/hakikat-organisasi.html' title='Hakikat organisasi'/><author><name>An Nahl</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17359639088217681203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SVdAybXkjFI/AAAAAAAAACY/FmZRbRYH-Ss/S220/DSC_5961edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4488958160642228502.post-8613450976072944420</id><published>2009-02-14T21:55:00.005+07:00</published><updated>2009-09-01T00:14:32.013+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All About Islam'/><title type='text'>What The Meaning of The valentine day ?</title><content type='html'>Tanggal 14 februari ini tentunya sudah tidak asing lagi bagi kebanyakkan orang. ehm....memang ada apa ya? Ya anmpun massa ndak tahu? Valentine day dong apalagi sih. hehehehehe.&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tapi tahu ndak sing apa itu sebenarnya valentine day itu kok pada dirayain. bagi sobat yang cuma ikut-ikutan ngerayaain tanpa tahu asal usul valentine day sebaiknya baca apa yang akan saya uraikan berikut. Sebab Alloh Swt berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui&lt;br /&gt;tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan&lt;br /&gt;diminta pertangggungjawaban nya” (Al Isra' : 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal usul Valentine day&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beberapa versi sebab-musabab dirayakannya hari Kasih sayang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ini, dalam The World Book Encyclopedia (1998) melukiskan banyaknya versi&lt;br /&gt;mengenai Valentine’s Day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di&lt;br /&gt;masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi&lt;br /&gt;cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda&lt;br /&gt;mengundi nama –nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama&lt;br /&gt;secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama&lt;br /&gt;setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta&lt;br /&gt;perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum&lt;br /&gt;muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut&lt;br /&gt;karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi&lt;br /&gt;upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti&lt;br /&gt;nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya&lt;br /&gt;adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: The Encyclopedia&lt;br /&gt;Britannica, sub judul: Christianity) . Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran&lt;br /&gt;Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi&lt;br /&gt;Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St&lt;br /&gt;Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (lihat: The World Book&lt;br /&gt;Encyclopedia 1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine&lt;br /&gt;menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di&lt;br /&gt;antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak&lt;br /&gt;pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya&lt;br /&gt;yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan&lt;br /&gt;cerita yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan&lt;br /&gt;menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena&lt;br /&gt;menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang&lt;br /&gt;Romawi. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Orang-orang yang&lt;br /&gt;mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali&lt;br /&gt;penjaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap&lt;br /&gt;tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada&lt;br /&gt;orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun&lt;br /&gt;St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun&lt;br /&gt;ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book&lt;br /&gt;Encyclopedia, 1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada&lt;br /&gt;kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans&lt;br /&gt;dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine&lt;br /&gt;14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey&lt;br /&gt;Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam&lt;br /&gt;puisinya (lihat: The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book&lt;br /&gt;Encyclopedia, 1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” Ken Sweiger&lt;br /&gt;dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” (www.korrnet. org)&lt;br /&gt;mengatakan kata “Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha&lt;br /&gt;Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod&lt;br /&gt;dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger-&lt;br /&gt;jika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, hal itu berarti&lt;br /&gt;melakukan&lt;br /&gt;perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”)&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut&lt;br /&gt;Syirik, yang artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta'ala. Adapun Cupid&lt;br /&gt;(berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the&lt;br /&gt;hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu&lt;br /&gt;wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri! . Layaknya seorang muslim&lt;br /&gt;segera bertaubat mengucap istighfar, "Astaghfirullah" , wa&lt;br /&gt;naudzubillahi min dzalik. (Dari berbagai sumber).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nah sobat sekalian sekarang udah tahukan asal usul valentine day itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;jadi jawaban dari What The Meaning of The valentine day ?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;adalah Nothing atau tidak ada artinya sama sekali bagi umat islam yang percaya terhadap keesaan Alloh SWT.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sekian sobat. saya hanya menyampaikan sebuah kebenaran semata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"&lt;em&gt;Katakanlah yang benar meskipun itu pahit&lt;/em&gt;" sabda Rosululloh.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4488958160642228502-8613450976072944420?l=positifpower.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positifpower.blogspot.com/feeds/8613450976072944420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2009/02/what-meaning-of-valentine-day.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/8613450976072944420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/8613450976072944420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2009/02/what-meaning-of-valentine-day.html' title='What The Meaning of The valentine day ?'/><author><name>An Nahl</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17359639088217681203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SVdAybXkjFI/AAAAAAAAACY/FmZRbRYH-Ss/S220/DSC_5961edit.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4488958160642228502.post-3194394599150242114</id><published>2009-02-07T23:34:00.002+07:00</published><updated>2009-09-01T00:15:02.812+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan karater'/><title type='text'>Sedikit Demi Sedikit Lama-Lama Menjadi Bukit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SY2_XBMRfCI/AAAAAAAAAEw/RvOgGWfhXTU/s1600-h/Bukit-Jambul02.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SY2_XBMRfCI/AAAAAAAAAEw/RvOgGWfhXTU/s320/Bukit-Jambul02.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300102738662751266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;pencurian kayu atau bahasa ngetrennya 'ilegal logging", merupakan masalh klasik di negeri kita indonesia. pohon-pohon di hutankalimantan, jawa, dan dimanapun mulai habis terkikis. julukan zambrud hijau katulistiwa mungkin akan terjabut dari indonesia. alam yang dulu lestari dan indah kini hilang.&lt;br /&gt;     dalam sebuah lirik lagu dilantunkan sebuah gambaran akan hal tersebut.&lt;span class="fullpost"&gt;       &lt;br /&gt;......&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kuingat ibuku dongengkan cerita&lt;br /&gt;cerita tentang jaya nusantara lama&lt;br /&gt;tentang karta raharja di sana&lt;br /&gt;.....&lt;br /&gt;mengapa tanahku rawan kini&lt;br /&gt;bukit-bukit pun telanjang berdiri&lt;br /&gt;mohon ku engkau bersemi kembali&lt;br /&gt;burung-burung pun malu bernyanyi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;......&lt;br /&gt;     sebuah ironi memang, namun selalu ada harapan. harapan akan indonesia yang kembali hijau kembali segar, sejuk dan asri.&lt;br /&gt;     pribahasa sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit dapat membantu kita mengatasi  masalah tersebut. ada sebuah falsafah yang dapat kita petik. bila satu orang indonesia menanam satu pohon saja dapat membuat hujau, bayangkan bila sejuta orang berpikiran sama melakukan hal serupa. bila satu orang menanam satu pohon tiap minggu atau bulan, bayangkan bila sejuta orang berpikiran sama bertindak demikian.&lt;br /&gt;     mungkin terlihat susah bila dipikir, oleh karena itu jangan hanya dipikir tapi lakukanlah, bertindaklah. mulai dari diri kita sendiri dulu, tanamlah pohon! ajaklah orang-orang dekat anda terlebih dahulu setelah anda bertindak. buat mereka berfikir dan sadar akan manfaat menanam pohon. bila satu orang yang anda ajak kemudian mengajak sepuluh orang. lalu sepuluh orang itu masing-masing mengajak sepuluh orang lagi, dan begitu seterusnya. bayangkan banyaknya orang yang akan menanam pohon. bukan mustahil &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;zambrud hijau katulistiwa akan kembali bergema di dunia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;    oleh karena itu, ayo bersama kita tanam pohon untuk hidup yang lebih baik. indonesia yang segar, sehat, asri, dan hijau ada ditangan kita untuk mewujudkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4488958160642228502-3194394599150242114?l=positifpower.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positifpower.blogspot.com/feeds/3194394599150242114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2009/02/sedikit-demi-sedikit-lama-lama-menjadi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/3194394599150242114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/3194394599150242114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2009/02/sedikit-demi-sedikit-lama-lama-menjadi.html' title='Sedikit Demi Sedikit Lama-Lama Menjadi Bukit'/><author><name>An Nahl</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17359639088217681203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SVdAybXkjFI/AAAAAAAAACY/FmZRbRYH-Ss/S220/DSC_5961edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SY2_XBMRfCI/AAAAAAAAAEw/RvOgGWfhXTU/s72-c/Bukit-Jambul02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4488958160642228502.post-7210648697680192140</id><published>2009-01-31T20:18:00.004+07:00</published><updated>2009-09-01T00:15:32.179+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All About Islam'/><title type='text'>Yang Penting Isinya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SYRVd9t01JI/AAAAAAAAAEY/3FffTJv2CWw/s1600-h/images1"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SYRVd9t01JI/AAAAAAAAAEY/3FffTJv2CWw/s200/images1" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297453034965882002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt;Pernahkah anda melayat orang yang meninggal? Saya rasa anda pasti sudah pernah. Apa yang anda piker ketika itu? Sedih, mungkin pasti, atau malah senang, saya tidak bisa menebak.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;      “Kematian”, sebuah kata yang bila diucapkan atau didengar acapkali membuat kita merinding. Kita meribding bukan karena kita takut mati, tapi karena kita merasa bekal untuk dibawa mati masih kurang, bukan begitu saudaraku?&lt;br /&gt;        Mati adalah sebuah fitrah kita sebagai manusia. Tidak dapat seorangpun yang dapat mengelak dari fitrah tersebut. Bahkan bungkarno yang pernah berkata “ Aku ingin hidup seribu tahun lagi “, pada akhirnya berhadapan dengan malaikat maut sebelum keinginannya terpenuhi. Kematian dapat dating kepada kita tanpa kita duga sebelumnya. Ia dapat dating ketika kita sedang makan, berpergian, bermain sepak bola, dan sebagainya. Menjadi tua belum pasti, namun mati adalah sebuah kepastian.&lt;br /&gt;        Hidup kita adalah sebuah ketidak pastian. Ketidak pastian akan waktu hidup di dunia yang tidak tahu kapan berakhir. Namun ketidakpastian itu tidak menjadi sebuah masalah yang besar kalau isinya baik, bagus, dan berguna.&lt;br /&gt;       &lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Kemarin akan jadi kenangan, besok hanyalah harapan, sementara hari ini adalah kenyataan. Masa lalu kadang membawa kesedihan, masa depan kita punya kehidupan. Kebahagiaan hanya bagi meraka yang bias mengisi kehidupan dengan senyman, keyakinan, dan harapan pada Ar Rahman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;       Oleh karena itu saudaraku marilah kita mengisi kehidupan ini dengan hal yang bermanfaat. Jangan tunggu besok sebab kita tidak tahun apakah masih diberi kehidupan. Lakukan sekarang selagi masih diberi kesempatan bernafas. Isi yang baik untuk bekal di alam kematian kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;Jangan tunda untuk berbuat baik, sebab penunda adalah orang yang menyia-nyiakan kesempatan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4488958160642228502-7210648697680192140?l=positifpower.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positifpower.blogspot.com/feeds/7210648697680192140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2009/01/yang-penting-isinya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/7210648697680192140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/7210648697680192140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2009/01/yang-penting-isinya.html' title='Yang Penting Isinya'/><author><name>An Nahl</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17359639088217681203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SVdAybXkjFI/AAAAAAAAACY/FmZRbRYH-Ss/S220/DSC_5961edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SYRVd9t01JI/AAAAAAAAAEY/3FffTJv2CWw/s72-c/images1' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4488958160642228502.post-2932396068555410536</id><published>2009-01-12T20:42:00.006+07:00</published><updated>2009-09-01T00:15:49.329+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keorganisasian'/><title type='text'>Resep Jitu Berkegiatan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SWtLfRD85MI/AAAAAAAAADQ/9Rfmp4_Zriw/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 99px; height: 116px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SWtLfRD85MI/AAAAAAAAADQ/9Rfmp4_Zriw/s200/images.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290405187804783810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;“Semua ada ilmunya”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div align="justify"&gt;    Begitulah kalimat yang saya baca pada pojok kanan bawah pernyataan penggunaan ISO 2009 yang akan diberlakukan di sekolah saya. Memang benar semua ada ilmunya sebab bila sesuatu hal tidak menggunakan ilmu yang tepat hasilnya tidak akan sesuai yang kita harapkan. Ilmu itu bagaikan sebuah resep masakan yang dimana dapat mempermudah kita dalam membuat yang kita inginkan. Namun kita tidak dapat menggunakan resep nasi goreng untuk membuat mie ayam, maka kita seharusnya menggunakan resep mie ayam untuk membuat mie ayam.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;     Nah ngomong-ngomong masalah resep pada kesempatan kali ini saya akan membagikan resep dalam menjalankan sebuah kegiatan. Resep ini saya peroleh dari kakak angkatan saya dalam organisasi Pencita Alam SMA N 1 Banjarnegara atau disingkat dengan SMABAPALA ketika beliau datang berkunjung ke SMA.&lt;br /&gt;Ok langsung saja akan saya beberkan resep berkegiatan yang baik dan benar, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. What&lt;br /&gt; Kegiatan apa yang akan atau ingin dibuat oleh anda.&lt;br /&gt;2. Why&lt;br /&gt; Why disini adalah yang dimaksud dengan tujuan dari kegiatan atau dengan kata lain apa yang anda ingin peroleh dari kegitatan anda. Dengan menentukan tujuan yang jelas akan mempermudah anda dalam pengorganisasian kegiatan.&lt;br /&gt;3. Who&lt;br /&gt; Siapa saja yang anda ingin ajak bekerjasama dalam kegiatan anda.&lt;br /&gt; Siapa saja yang  anda targetkan untuk mengikuti kegitan anda (peserta)&lt;br /&gt; Siapa yang anda ingin undang untuk mengisi dalam acara anda.&lt;br /&gt;4. When&lt;br /&gt; Kapan waktu yang tepat untuk anda melakukan kegiatan itu.&lt;br /&gt;5. Where&lt;br /&gt; Dimana tempat yang sesuai dengan acara anda.&lt;br /&gt;6. How&lt;br /&gt; Bagaimana cara anda dalam melaksanakan acara tersebut sesuai dengan tujuan yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Itulah resep dalam melaksanakan sebuah kegiatan. Bila anda dapat menggunakan resep tersebut dengan baik dan benar maka kegiatan yang anda buat akan berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;     Dengan mengetahui apa yang kita kerjakan maka kita berarti telah tahu apa latar belakang atau motif kita berkegiatan. Dengan begitu kita akan mempunyai tujuan yang kita harapkan dapat tercapai lewat kegiatan itu. Dengan tujuan pula berarti kita telah mempunyai seorang guide yang akan memandu kita menlakan kegiatan itu sebagaimana seharusnya, maka bila kita melenceng maka guide akan mengembalikan kita kejalur yang seharusnya.&lt;br /&gt;     Setelah kita tahu apa kegiatan kita dan tujuan kita kita akan dapat menentukan siapa yang akan kita ajak bekerjasama dan siapa pesertanya, serta siapa yang kita undang untuk menjadi pengisi kegiatan kita. Waktu dan tempat kegiatan pun dapat kita tentukan bila telah mengetahui apa kegiatannya, tujuan, serta pesertanya.&lt;br /&gt;     Mengenai cara mengelola dan rencana dari kegiatan anda itu semua terserah kepada anda dan kru. Namum saya hanya berpesan bahwa dalam berkegiatan perencanaan itu penting begitu anda tahu tujuannya. Orang bijak bilang “gagal merencanakan berarti merencanakan gagal”  oleh karena itu matangkanlah rencana anda sebelum bertindak. Tidak usah terburu-buru dan usahakan anda mempunyai waktu yang benar-benar cukup dalam melaksanakan kegiatan anda mulai dari awal hingga akhir. Ingat untuk selalu mempunyai tidak hanya 1 rencana saja tapi hendaknya selalu mempunyai rencana cadangan bila rencana yang satunya menghadapi hambatan. Pikirkanlah setiap kemungkinan yang akan muncul baik ataupun buruk.&lt;br /&gt;    Pengawasan atau pengontrolan juga diperlukan guna mencegah terjadinya hal-hal yang melenceng dari tujuan kita semula. Lakukanlah selalu koordinasi antar panitia sebelum dan saat kegiatan, serta pengkoreksian di akhir acara anda. Anda tidak perlu bertindak otoriter terhadap kru anda, namun anda hanya perlu ketegasan sikap.&lt;br /&gt;“Ingatlah untuk selalu bersikap ikhlas dalam setiap tindakan anda”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sekian resep dari saya semoga dapat membantu anda. Mohon maaf bila ada kurang berkenan di hati anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By&lt;br /&gt;An Nahl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4488958160642228502-2932396068555410536?l=positifpower.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positifpower.blogspot.com/feeds/2932396068555410536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2009/01/resep-jitu-berkegiatan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/2932396068555410536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/2932396068555410536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2009/01/resep-jitu-berkegiatan.html' title='Resep Jitu Berkegiatan'/><author><name>An Nahl</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17359639088217681203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SVdAybXkjFI/AAAAAAAAACY/FmZRbRYH-Ss/S220/DSC_5961edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SWtLfRD85MI/AAAAAAAAADQ/9Rfmp4_Zriw/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4488958160642228502.post-8113968981674074788</id><published>2009-01-01T17:48:00.003+07:00</published><updated>2009-09-01T00:16:19.747+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan karater'/><title type='text'>Besi Bengkok</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SWtRSikN9vI/AAAAAAAAADo/yaQJB3uXPWo/s1600-h/14703cast+iron+non-stick+square+pie+cooker.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 156px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SWtRSikN9vI/AAAAAAAAADo/yaQJB3uXPWo/s200/14703cast+iron+non-stick+square+pie+cooker.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290411566234990322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Suatu hari ada seorang pemuda yang tengah duduk di sepan rumahnya. Di tangannya terdapat tongkat dari besi yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sang pemuda itu mencoba membengkokkan tongkat itu dengan tangannya. Setelah lama mencoba tapi tongkat itu tidak dapat bengkok. Karena kelelahan pemuda itu mengahiri usahanya.&lt;br /&gt;Kemudian datanglah seorang tua menemui pemuda itu. “kenapa engkau terlihat kepayahan wahai pemuda?” kata si orang tua itu. “aku mencoba membengkokkan tongkat besi ini dengan tanganku kek.’ Jawab pemuda itu&lt;br /&gt;“nak kalau kamu ingin membengkokkan tongkat besi itu bukan begitu caranya.” Kata orang itu.&lt;br /&gt;“lalu bagaimana cara yang tepat pak tua?” Tanya pemuda itu.&lt;br /&gt;“kamu hanya perlu memanaskan besi itu perlahan sampai membara kemudian kamu dapat dengan mudah membengkokkannya” jawab orang tu aitu.&lt;br /&gt;Si pemuda itupun mengikuti saran orang tua itu. Dan tongkat besi itupun bengkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Dari cerita singkat di atas dapatkah anda mengambil sebuah pelajaran?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang dapat kita ambil adalah bila kita ingin berubah atau mengubah sesuatu hal, pola pikir, atau seseorang maupun sekelompok orang hendaknya kita tidak usah terburu-buru. Sebab itu akan mengakibatkan hasil tidak maksimal ataupun malah gagal, sebab cara yang di pakai kurang tepat. Perlahan tapi pasti serta intens adalah cara yang tepat untuk melakukannya. Seperti halnya tongkat besi itu yang dipanaskan secara perlahan sampai mencapai titik didihnya akan mudah dibengkokkan. Tidak perlu tenaga yang ekstra bila dilakukan secara perlahan dan terus menerus, hanya perlu kesabaran yang besar bila mau berubah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Never give up to change for sucses.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By An Nahl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nb: andapun masih dapat mencari makna lain yang terkandung di dalam cerita di atas bila anda mau mencari dan berfikir !&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4488958160642228502-8113968981674074788?l=positifpower.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positifpower.blogspot.com/feeds/8113968981674074788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2009/01/besi-bengkok.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/8113968981674074788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/8113968981674074788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2009/01/besi-bengkok.html' title='Besi Bengkok'/><author><name>An Nahl</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17359639088217681203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SVdAybXkjFI/AAAAAAAAACY/FmZRbRYH-Ss/S220/DSC_5961edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SWtRSikN9vI/AAAAAAAAADo/yaQJB3uXPWo/s72-c/14703cast+iron+non-stick+square+pie+cooker.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4488958160642228502.post-4182873918269155443</id><published>2008-12-28T17:12:00.004+07:00</published><updated>2009-09-01T00:17:05.914+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All About Islam'/><title type='text'>Istimewanya Wanita Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SWtNQnOaaaI/AAAAAAAAADY/3yy9srsuGww/s1600-h/aa.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 89px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SWtNQnOaaaI/AAAAAAAAADY/3yy9srsuGww/s200/aa.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290407135079459234" /&gt;&lt;/a&gt;Kaum feminis bilang susah jadi wanita ISLAM, lihat saja peraturan dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;1. &lt;em&gt;Wanita auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki.&lt;br /&gt;2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;3. Wanita saksinya kurang berbanding lelaki.&lt;br /&gt;4. Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki.&lt;br /&gt;5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.&lt;br /&gt;6. Wanita wajib taat kpd suaminya tetapi suami tak perlu taat pd isterinya.&lt;br /&gt;7. talak terletak di tgn suami dan bukan isteri.&lt;br /&gt;8. Wanita kurang dlm beribadat karena masalah haid dan nifas yg tak ada pada lelaki.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;makanya mereka nggak capek-capeknya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN WANITA ISLAM"&lt;br /&gt;Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya)??&lt;br /&gt;Benda yg mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yg teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan?&lt;br /&gt;Itulah bandingannya dgn seorg wanita. Wanita perlu taat kpd suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?&lt;br /&gt;Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, manakala lelaki menerima pusaka perlu menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.&lt;br /&gt;Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di mukabumi ini, dan matinya jika karena melahirkan adalah syahid.&lt;br /&gt;Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita ini: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya.&lt;br /&gt;Manakala seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh 4 org lelaki ini: Suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.&lt;br /&gt;Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui mana mana pintu Syurga yg disukainya cukup dgn 4 syarat saja : Sembahyang 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat suaminya dan menjaga kehormatannya.&lt;br /&gt;Seorang lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH akan turut menerima pahala seperti pahala orang pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Masya ALLAH ... demikian sayangnya ALLAH pada wanita .... kan?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;oleh Mahyani Devi Yumandera&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4488958160642228502-4182873918269155443?l=positifpower.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positifpower.blogspot.com/feeds/4182873918269155443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2008/12/istimewanya-wanita-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/4182873918269155443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/4182873918269155443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2008/12/istimewanya-wanita-islam.html' title='Istimewanya Wanita Islam'/><author><name>An Nahl</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17359639088217681203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SVdAybXkjFI/AAAAAAAAACY/FmZRbRYH-Ss/S220/DSC_5961edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SWtNQnOaaaI/AAAAAAAAADY/3yy9srsuGww/s72-c/aa.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4488958160642228502.post-754860331210905146</id><published>2008-12-28T17:11:00.003+07:00</published><updated>2009-09-01T00:17:26.386+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All About Islam'/><title type='text'>Bahagianya orang ikhlas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SWtQ2CKT3tI/AAAAAAAAADg/uZyFIuSChQU/s1600-h/josh-groban.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 151px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SWtQ2CKT3tI/AAAAAAAAADg/uZyFIuSChQU/s200/josh-groban.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290411076500053714" /&gt;&lt;/a&gt;Berpikirlah terus, bagaimana caranya agar amal kita diterima Allah. Tidak usah mengharap balas jasa, pujian, atau keuntungan sesaat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Ketahuilah, hari ini adalah hari Allah. Tidak boleh ada kesombongan dan sikap melampaui batas. Ikhlaskan niat kalian untuk berjihad dan carilah ridha Allah dengan amal kalian". Inilah yang disampaikan Khalid bin Walid di hadapan komandan pasukannya menjelang Perang Yarmuk.&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, datanglah utusan Khalifah membawa sepucuk surat untuk Khalid bin Walid. "Pedang Allah" ini segera membacanya. Di dalamnya tercantum beberapa hal, termasuk berita wafatnya Khalifah Abu Bakar dan dan beralihnya kendali kekhalifahan ke tangan Umar bin Khathab. Yang terpenting, Khalifah Umar mencopot jabatan panglima perang yang disandang Khalid bin Walid, dan mengangkat Abu Ubaidah bin Jarrah sebagai penggantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sikap Khalid? Ia menerima pemberhentian tersebut dengan sikap ksatria. Tidak sedikit pun kekecewaan dan emosi terpancar dari wajahnya. "Aku tidak berperang untuk Umar. Aku berperang untuk Tuhannya Umar," demikian ungkapnya.&lt;br /&gt;Ia segera mendatangi Abu Ubaidah bin Jarrah untuk menyerahkan kendali kepemimpinan. Setelah itu ia berperang habis-habisan di bawah komando mantan anak buahnya tersebut. Padahal, masa itu adalah masa keemasan Khalid bin Walid.&lt;br /&gt;Saudaraku, betapa bahagianya Khalid bin Walid. Lihatlah, betapa mudahnya ia menyerahkan jabatan kepada anak buahnya, lalu berperang habis-habisan sebagai seorang prajurit. Orientasi perjuangannya adalah Allah, bukan jabatan, ketenaran dan kepuasan nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus mulai mengevaluasi diri. Boleh jadi kita sibuk beramal, namun tidak sibuk menata niat. Sehingga amal-amal yang kita lakukan tidak ada nilainya di hadapan Allah. Seorang ibu mengandung selama sembilan bulan, ia tidak mendapatkan apa-apa selain rasa sakit, bila kehamilannya itu disikapi dengan keluhan. Demikian pula seorang bapak yang siang malam bekerja, ia tidak mendapatkan apa-apa selain rasa lelah, bila tidak karena Allah. Karena itu, jangan hanya sibuk beramal, tapi sibukkan pula dengan meluruskan niat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana agar kita bisa ikhlas? Tekniknya sederhana. Pusatkan pikiran dan amal hanya untuk Allah. Berpikirlah, bagaimana agar amal kita diterima Allah. Titik. Tidak usah mengharap balas jasa, pujian, atau keuntungan sesaat. Lakukan yang terbaik, sampaikan dengan cara terbaik, berikan yang terbaik, dan dengan hati terbaik.&lt;br /&gt;Saudaraku, orang ikhlas itu pasti bahagia dalam hidupnya. Sebab, Allah SWT akan menganugerahkan enam ciri (keutamaan) dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;[1] Jarang kecewa terhadap dunia. Orang ikhlas tidak mengharapkan apapun dan dari siapapun. kenikmatan baginya bukan dari mendapatkan, tapi dari mempersembahkan. Sebaliknya, orang yang tidak ikhlas akan banyak kecewa dalam hidup, karena banyak berharap dari makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Tidak pusing dengan penghargaan. Baginya orang ikhlas dipuji atau dicaci sama saja, asalkan apa yang ia lakukan benar caranya dan lurus niatnya.&lt;br /&gt;[3] Tidak membeda-bedakan amal besar dan amal kecil. Orang ikhlas tidak sibuk melihat besar kecilnya amal. Ia hanya sibuk dengan apa yang disukai Allah. Tidak ada yang kecil di hadapan Allah. Yang kecil hanyalah amal yang tidak ikhlas.&lt;br /&gt;[4] Nikmat berbuat amal. Kebahagiaannya bukan dari mendapatkan pujian, namun dari optimalnya amal. Karena itu, orang ikhlas akan tangguh dan istikamah dalam ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Tidak menonjolkan "bendera". Orang ikhlas tidak berjuang untuk satu kelompok tertentu. Ia berjuang hanya untuk Islam. Kelompok/bendera hanyalah sarana/alat untuk mencapai tujuan.&lt;br /&gt;[6] Tidak ditipu setan. Allah SWT mengabadikan ucapan Iblis dalam Alquran. "_pasti aku akan menyesatkan mereka (manusia) semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas" (QS Al Hijr [15]: 39-40). Wallaahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;( KH Abdullah Gymnastiar )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4488958160642228502-754860331210905146?l=positifpower.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positifpower.blogspot.com/feeds/754860331210905146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2008/12/bahagianya-orang-ikhlas_28.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/754860331210905146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/754860331210905146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2008/12/bahagianya-orang-ikhlas_28.html' title='Bahagianya orang ikhlas'/><author><name>An Nahl</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17359639088217681203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SVdAybXkjFI/AAAAAAAAACY/FmZRbRYH-Ss/S220/DSC_5961edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SWtQ2CKT3tI/AAAAAAAAADg/uZyFIuSChQU/s72-c/josh-groban.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4488958160642228502.post-5297870586928823927</id><published>2008-12-28T17:10:00.002+07:00</published><updated>2009-09-01T00:17:41.085+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All About Islam'/><title type='text'>SMS, ta’aruf gaya baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SWtR9jqP3ZI/AAAAAAAAADw/gwT8RX6PpHE/s1600-h/sms-thumb.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SWtR9jqP3ZI/AAAAAAAAADw/gwT8RX6PpHE/s200/sms-thumb.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290412305263091090" /&gt;&lt;/a&gt;Memang setan selalu berusaha menjerumuskan manusia dari jalan yang benar. Memperdaya manusia dengan memberikan rasa aman terhadap tindakan dosa, dan membuat rancu akal manusia dengan mengedepankan hawa nafsu. Jadilah manusia tertipu. Salah satunya dengan memilih media SMS sebagai ta’aruf gaya baru.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana sebenarnya penggunaan SMS sebagai ta’aruf? Marilah kita ikuti hasil wawancara Nikah dengan 2 orang responden berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sesuai syariat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Responden pertama yang diwawancarai Nikah adalah Mudia PP Al-Ukhuwah Sukoharjo, Al Ustadz Aris Sugiantoro (32 th). Menurut beliau, SMS sebagai media ta’aruf merupakan cara yang tidak sesuai syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebelum perlu diketahui bahwa akad yang paling berbahagia dan penting yang berhubungan dengan muamalah adalah pernikahan. Juga, pernikahan merupakan suatu ikatan yang suci, oleh karena itu caranya harus sesuai syariat.” Kata sang ustadz yang pernah berguru langusng kepada Syaikh Utsaimin rahimahullah selama 4 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga mengingatkan kembali tentang perintah Allah SWT bagi para bujangan yang ingin menikah yaitu agar mencari jodoh yang baik, yang salih/salihah sehingga diharapkan mampu mendekatkan pada Allah SWT dan menghasilkan keluarga sakinah mawahdah wa rahmah. Dan caranya bukan dengan pacaran atau ber-SMS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara-cara tersebut akan mendekatkan pada zina yang merupakan dosa besar, berikut penjelasan beliau,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah SWT telah memberi batasan yang dihalalkan, janganlah dilewati. Dan sesuatu yang menuju zina, jangan didekati. Sebab, dengan mendekati zina akan lebih condong kepada dosa besar. Oleh karena itu dalam Islam ada perintah berhijab bagi wanita, larangan ikhtilat dan khalwat, serta perintah safar dengan mahram bagi wanita. Semua itu bertujuan untuk menghindari fitnah antar lawan jenis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun responden kedua adalah seorang pengamat media massa Islam yang minta disebut Aa Koen (42 thn). Menurutnya, komunikasi antar lawan jenis baik langsung ataupun tidak langsung tidak diharamkan secara mutlak. Sebagai bukti jika kita menengok zaman sahabat dulu, mereka juga saling berkomunikasi. Contohnya dalam menuntut ilmu dan jual beli. Namun, penggunaan SMS untuk ta’aruf, beliau tidak setuju. Sebab akan membuka pintu fitnah dan mengandung banyak bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuka pintu fitnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya ta’aruf lewat SMS sangat nyata dan mudah ditebak, apa coba? Berikut penjelasan Aa Koen,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dalam ta’aruf (dalam hal ini via SMS-red), kadang ada komunikasi yang tidak perlu contohnya menanyakan kabar, seperti sudah shalat malam atau belum, atau tanya kewajiban yang lain. Sebenarnya, itu hanyalah alasan untuk bisa berkomunikasi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Walaupun bisa dijadikan sarana untuk memberi nasihat, dikhawatirkan akan menodai/mengurangi keikhlasan. Para ulama pun melarang komunikasi langsung (tanpa perantara-red) dalam ta’aruf. Untuk itu saling SMS perlu dihindari. Betapa banyak mereka yang tergelincir disebabkan fitnah komunikasi. Tak pandang bulu, baik orang awam atau para penuntut ilmu agama/da’I pun terkena juga”. Lanjut Aa Koen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitnah hati memang sesuatu yang sulit dikendalikan, apalagi dalam masa kesendirian. Manusia hatinya sangat lemah. Di saat itulah setan masuk. Sehingga, menurut Ustadz Aris, seseorang tidak bisa beralasan bahwa dirinya mampu menjaga hati untuk melegalkan SMS dengan calon tambatan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bentuk keintiman terbentuk lewat SMS? Aa Koen menggambarkannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat pintu-pintu keakraban terbuka, keintiman akan terbentuk. Misalnya dengan mengirim kata-kata yang hanya bisa dimengerti kedua belah pihak. Contoh I miss you (ana kangen anta) disingkat “I M U”. Kata-kata itu tidak bisa diketahui orang lain, meskipun dibaca istrinya sendiri (bagi yang ber-sms-an walau sudah menikah).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ustadz Aris, bahaya lain ta’aruf via SMS adalah berita yang disimpulkan kurang akurat. Kecuali jika sudah ada orang yang benar-benar tahu kondisi ikhwan/akhwat tersebut. Seperti keadaan, sifat, akhlak, agama, dan lain-lain. Dalam hal ini, adanya comblang lebih bisa obyektif dan dipercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun beliau menambahkan bahwa larangan ber-SMS itu tidak mutlak. Jika calon pasutri sudah mendekati hari H, tidak mengapa ber-SMS untuk menanyakan apa saja yang dibutuhkan, seperti mahar, surat-surat kelengkapan, dan sebagainya. Yang perlu diingat, jangan melebihi batas sebab bisa menjerumuskan ke dalam bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke cara yang benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang sudah siap menikah, jangan ragu menggunakan jasa perantara (comblang). Menurut Ustadz Aris, salah astu cara yang mudah untuk mengetahui keadaan (agama, akhlak, dan lain-lain) calon pasangan adalah dengan melihat pada keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang tuanya baik, Insya Allah anak-anak mereka akan dididik beragama dengan baik pula. Lalu kita perintahkan comblang untuk mengamatinya. Setelah merasa cocok dan condong/yakin akan jadi istrinya, barulah nazhar (melihat) untuk memutuskan apakah proses itu berlanjut ke pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aa Koen menyarankan agar sang comblang dipilih yang masih ada hubungan mahram, atau –kalau tidak bisa- orang lain yang mengerti syariat (minimal pergaulan dengan lawan jenis), agar hubungan antara kedua belah pihak tetap terjaga dan memudahkan komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, marilah kita renungkan nasihat Ustadz Aris berikut ini. Beliau menghimbau agar para pemuda/pemudi kembali ke jalan Allah sesuai petunjuk Rasulullah SAW. Sebab menikah itu ibadah dan menyempurnakan agama. Pernikahan adalah suatu ikatan yang suci dan untuk regenerasi, bukan sekeadr melampiaskan hawa nafsu. Untuk itu, janganlah dikotori dengan cara-cara yang tidak syar’i. (abu shafy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah Nikah, Vol.5 No.3, Juni 2006 Jumadil Ula 1427&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4488958160642228502-5297870586928823927?l=positifpower.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positifpower.blogspot.com/feeds/5297870586928823927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2008/12/sms-taaruf-gaya-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/5297870586928823927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/5297870586928823927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2008/12/sms-taaruf-gaya-baru.html' title='SMS, ta’aruf gaya baru'/><author><name>An Nahl</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17359639088217681203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SVdAybXkjFI/AAAAAAAAACY/FmZRbRYH-Ss/S220/DSC_5961edit.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SWtR9jqP3ZI/AAAAAAAAADw/gwT8RX6PpHE/s72-c/sms-thumb.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4488958160642228502.post-4852953422700493815</id><published>2008-12-28T17:09:00.001+07:00</published><updated>2009-09-01T00:18:15.057+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All About Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan karater'/><title type='text'>Belajar Dari Wajah</title><content type='html'>Subhanallah, walaupun kulitnya tidak putih, tetapi ketika memandang wajahnya... sejuk sekali! Senyumnya begitu tulus meresap ke relung kalbu yang paling dalam. Menarik sekali jika kita terus-menerus belajar tentang fenomena apa pun yang terjadi dalam kehidupan ini. Salah satunya adalah wajah. Wajah? Ya, wajah. Wajah bukan hanya masalah bentuk, yang utama adalah pancaran yang tersemburat dari si pemilik wajah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika pagi menyingsing misalnya, tekadkan dalam diri, ''Saya ingin tahu wajah yang paling menenteramkan hati itu seperti apa? Wajah yang paling menggelisahkan itu bagaimana?'' Karena, pasti hari ini kita akan banyak bertemu dengan wajah orang per orang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berjumpa dengan orang, kita bisa belajar ilmu tentang wajah, karena setiap wajah memberikan dampak yang berbeda-beda kepada kita. Ada yang menenteramkan, ada yang menyejukkan, ada yang menggelikan, ada yang menggelisahkan, dan ada pula yang menakutkan. Menakutkan? Mengapa? Apakah karena bentuk hidungnya? Tentu saja tidak! Sebab ada yang hidungnya mungil, tapi menenteramkan. Ada yang sorot matanya tajam menghunjam, tapi menyejukkan. Ada yang kulitnya hitam, tapi penuh wibawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aa pernah berjumpa dengan seorang ulama dari Afrika di Masjidil Haram. Subhanallah, walaupun kulitnya tidak putih, tidak kuning, tetapi ketika memandang wajahnya... sejuk sekali! Senyumnya begitu tulus meresap ke relung kalbu yang paling dalam. Sungguh bagai disiram air menyegarkan pada siang hari. &lt;br /&gt;Kalau hari ini kita berhasil menemukan wajah seseorang yang menenteramkan, maka cari tahu mengapa dia bisa memiliki wajah seperti itu. Tentu kita akan menaruh hormat kepada dia. Betapa senyumannya yang tulus, pancaran wajahnya tampak sekali ia ingin membahagiakan siapa pun yang menatapnya. Sebaliknya, bagaimana kalau kita menatap raut wajah yang berlawanan? Wajahnya bengis, struktur katanya ketus, sorot matanya kejam, senyumannya sinis, dan sikapnya pun tidak ramah. Ini pun perlu kita pelajari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambillah kelebihan dari wajah yang menenteramkan dan menyejukkan tadi menjadi bagian dari wajah kita, dan buang jauh-jauh raut wajah yang tidak menenteramkan. Tidak ada salahnya jika kita evalusi diri di depan cermin. Tanyalah, raut seperti apakah yang ada di wajah ini? &lt;br /&gt;Memang, ada di antara hamba-hamba Allah yang bibirnya didesain agak berat ke bawah. Kadang-kadang menyangkanya dia kurang senyum, sinis, atau kurang ramah. Subhanallah, bentuk seperti ini pun karunia Allah yang patut disyukuri dan bisa jadi ladang amal bagi siapa pun yang memilikinya untuk berusaha senyum ramah lebih maksimal lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi wajah yang untuk seulas senyum itu sudah ada, maka tinggal meningkatkan lagi kualitas senyum tersebut, agar lebih ikhlas lagi. Karena senyum bukan sekadar mengangkat ujung bibir saja, tapi yang utama adalah keinginan membahagiakan orang lain. Rasulullah SAW memberikan perhatian yang luar biasa kepada setiap orang yang ditemuinya sehingga orang itu merasa puas. Diriwayatkan, bila ada orang yang menyapanya, Rasul menganggap orang tersebut adalah orang yang paling utama, sesuai kadar kemampuannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, ketika Rasul berbincang dengan siapa pun, maka orang yang diajak berbincang itu senantiasa menjadi curahan perhatian. Tak heran bila cara memandang dan bersikap, ternyata menjadi atribut kemuliaan yang ia contohkan. Hal itu berpengaruh besar terhadap sikap dan perasaan orang yang diajak bicara. &lt;br /&gt;Kemuramdurjaan, ketidakenakan, dan kegelisahan itu muncul karena kita belum menganggap orang yang ada dihadapan kita sebagai yang paling utama. Makanya, kita sering melihat seseorang itu hanya separuh mata, berbicara hanya separuh perhatian. Misalnya, ketika ada seseorang yang datang menghampiri, kita sapa orang itu sambil baca koran. Padahal, kalau kita sudah tidak mengutamakan orang lain, maka curahan kata-kata, cara memandang, cara bersikap, itu tidak akan punya daya sentuh dan daya pancar yang kuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, marilah kita berlatih diri meneliti wajah. Tentu bukan untuk meremehkan, tapi mengambil teladan wajah yang baik dan menghindari yang tidak baik. Lalu praktikkan dalam perilaku sehari-hari. Selain itu, belajarlah untuk mengutamakan orang lain, walaupun hanya sesaat saja. Wallahu a'lam. &lt;br /&gt;OLEH&lt;br /&gt;( KH Abdullah Gymnastiar )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4488958160642228502-4852953422700493815?l=positifpower.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positifpower.blogspot.com/feeds/4852953422700493815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2008/12/belajar-dari-wajah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/4852953422700493815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/4852953422700493815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2008/12/belajar-dari-wajah.html' title='Belajar Dari Wajah'/><author><name>An Nahl</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17359639088217681203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SVdAybXkjFI/AAAAAAAAACY/FmZRbRYH-Ss/S220/DSC_5961edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4488958160642228502.post-6041029476251040669</id><published>2008-12-28T17:08:00.002+07:00</published><updated>2009-09-01T00:18:30.564+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All About Islam'/><title type='text'>CINTA AKTIVIS DAKWAH</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana ketika perasaan itu hadir. Bukankah ia datang tanpa pernah diundang dan dikehendaki?&lt;br /&gt; Jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukanlah perkara sederhana. Dalam konteks dakwah, jatuh cinta adalah gerbang ekspansi pergerakan. Dalam konteks pembinaan, jatuh cinta adalah naik marhalah pembinaan. Dalam konteks keimanan, jatuh cinta adalah bukti ketundukan kepada sunnah Rosullulah saw dan jalan meraih ridho Allah SWT.&lt;br /&gt;Ketika aktivis dakwah jatuh cinta, maka tuntas sudah urusan prioritas cinta. Jelas, Allah, Rosullah dan jihad fii sabilillah adalah yang utama. Jika ia ada dalam keadaan tersebut, maka berkahlah perasaannya, berkahlah cintanya dan berkahlah amal yang terwujud dalam cinta tersebut. Jika jatuh cintanya tidak dalam kerangka tersebut, maka cinta menjelma menjadi fitnah baginya, fitnah bagi ummat, dan fitnah bagi dakwah. Karenannya jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukan perkara sederhana.&lt;br /&gt;Ketika Ikhwan mulai bergetar hatinya terhadap akhwat dan demikian sebaliknya. Ketika itulah cinta ‘lain’ muncul dalam dirinya. Cinta inilah yang akan kita bahas disini. Yaitu sebuah karunia dari kelembutan hati dan perasaan manusia. Suatu karunia Allah yang membutuhkan bingkai yg jelas. Sebab terlalu banyak pengagung cinta ini yang kemudian menjadi hamba yang tersesat. Bagi aktivis dakwah, cinta lawan jenis adalah perasaan yang lahir dari tuntutan fitrah, tidak lepas dari kerangka pembinaan dan dakwah. Suatu perasaan produktif yang dengan indah dikemukakan oleh ibunda kartini,” …akan lebih banyak lagi yang dapat saya kerjakan untuk bangsa ini, bila saya ada disamping laki-laki yg cakap, lebih banyak kata saya…..daripada yang saya usahakan sebagai perempuan yg berdiri sendiri..”&lt;br /&gt;Cinta memiliki 2 mata pedang. Satu sisinya adalah rahmat dengan jaminan kesempurnaan agama dan disisi lainnya adalah gerbang fitnah dan kehidupan yg sengsara. Karenanya jatuh cinta membutuhkan kesiapan dan persiapan. Bagi setiap aktivis dakwah, bertanyalah dahulu kepada diri sendiri, sudah siapkah jatuh cinta???jangan sampai kita lupa, bahwa segala sesuatu yang melingkupi diri kita, perkataan, perbuatan, maupun perasaan adalah bagian dari deklarasi nilai diri sebagai generasi dakwah. Sehingga umat selalu mendapatkan satu hal dari apapun pentas kehidupan kita, yaitu kemuliaan Islam dan kemuliaan kita karena memuliakan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DARI SEBUAH SUMBER&lt;br /&gt;oleh hamba alloh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4488958160642228502-6041029476251040669?l=positifpower.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positifpower.blogspot.com/feeds/6041029476251040669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2008/12/cinta-aktivis-dakwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/6041029476251040669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/6041029476251040669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2008/12/cinta-aktivis-dakwah.html' title='CINTA AKTIVIS DAKWAH'/><author><name>An Nahl</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17359639088217681203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SVdAybXkjFI/AAAAAAAAACY/FmZRbRYH-Ss/S220/DSC_5961edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4488958160642228502.post-8356971866721280117</id><published>2008-12-28T17:06:00.001+07:00</published><updated>2009-09-01T00:18:44.543+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan karater'/><title type='text'>Bagaimana Menghadapi Keluh Kesah</title><content type='html'>Sumber: Cyber MQ [Mata Air] &lt;br /&gt;Oleh : Aa Gym &lt;br /&gt;Assalamuálaikum Warahmatullahi Wabarakatuh&lt;br /&gt;Aa… ternyata menjalani hidup dikota susah dan banyak sekali permasalahan yang sering kita hadapi, sehingga terkadang saya harus banyak keluh kesah karena masalah sepele, bahkan serasa hidup ini sudah tidak ada kesemangatan lagi. Mudah-mudahan Aa dapat memberikan arahan-arahan yang dapat membauat kesemangatan dalam hidupku ini. &lt;br /&gt;Wassalamuálaikum Warahmatullahi Wabarakatuh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak yang baik, hidup di kota besar semacam...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jakarta atau Bandung membutuhkan kekuatan iman dan kekuatan mental. Macet saat di perjalanan dalam waktu-waktu tertentu adalah suatu permasalahan yang kadangkala sering kita hadapi.Tak heran bila untuk sebuah perjalanan, kalau kita tidak memakai strategi yang bagus, tidak memakai perencanaan yang matang, maka kemacetan benar-benar akan mencuri waktu begitu lama. &lt;br /&gt;Terkadang bisa berjam-jam di jalan .Kalau saja tidak berusaha untuk bening hati , sepertinya sepanjang jalan yang terjadi hanya dongkol dan marah-marah. " Aduh , kapan sampainya ! aduh, ini kok lama banget !, Aduh , kok macet terus !" Mungkin ungkapannya seperti itu. Aduh dan aduh. Padahal kata-kata “aduh”, kalau hanya tanda keluh kesah, sebetulnya tidak menyelesaikan masalah. Justru kata-kata yang terlontar ini menunjukan ketidaksabaran kita. Apalagi jika tiba-tiba di pinggir jalan ada kendaraan lain berhenti seenaknya. Kita boleh kecewa dan boleh melihat ini sebagai sesuatu yang harus diperbaiki. Tetapi , tidak berarti kita harus sengsara dengan marah-marah atau berkeluh kesah. &lt;br /&gt;Mata terbeliak dan mulut kadang berucap " minggir , dong !" Mungkin inginnya menghardik seperti itu.Tetapi alangkah lebih baiknya jika kita menyapa dengan kata yang lebih lembut, " Maaf, Pak ! Boleh agak ke pinggir sedikit ! ". Ungkapan seperti ini nampaknya akan lebih ringan ke dalam hati, daripada melotot dengan menggunakan otot. Boleh jadi kalau sudah banyak kedongkolan, selain akan banyak berkeluh kesah, juga akan menjadikan diri lebih emosional. Ini yang paling merugikan . Bagi kita maupun orang lain . Kita harus mengukur kehilangan waktu dalam beberapa menit atau beberapa jam, padahal waktu tersebut sebenarnya dapat menjadi tambahan ilmu dan kemampuan diri kita. &lt;br /&gt;Ada baiknya, selama perjalanan lengkapi diri dengan sumber-sumber ilmu, baik berupa kaset ceramah, nasyid, atau kaset murotal Qur’an. Sumber-sumber ini akan menambah percepatan keilmuan kita, disamping akan membuat kita tidak tergoda untuk ber’aduh ria. "Aduh, terlambat nih !" "Aduh , ada yang ketinggalan nih !" Kata-kata seperti ini sebetulnya tidak perlu dikeluarkan ! Karena tidak menyelesaikan masalah. Lebih baik kita isi dengan do’a ; " Ya Allah, semoga saya datang tepat waktu, semoga ada jalan keluar dari kemacetan ini ". Kata-kata ini akan lebih produktif dibandingkan dengan kata "aduh". Marilah kita minimalisirkan keluh kesah seperti ini.Apalagi bagi kita pun ada kenikmatan tersendiri bila kita bisa bicara lebih santun. Kesantunan akan membuat batin kita lebih ringan daripada berperilaku emosional. &lt;br /&gt;Lebih dari itu, kelembutan akan mampu menaklukan sesuatu yang tidak bisa ditaklukan dengan kekerasan. Itu sudah bagian dari rumusannya. Karena, kalau orang-orang keras dilawan dengan kekerasan , maka dia akan merasa itu bagiaan dunianya. Tapi , kalau orang-orang yang bertemperamen keras itu diberi kelembutan yang tulus dari lubuk hati yang paling dalam, Insya Allah mereka akan terbawa lembut juga. Contohnya, orang sekeras Umar bin Khatab atau Khalid Bin Walid bisa jatuh tersungkur menagis oleh lembutnya Al Qur’an. &lt;br /&gt;Berkeluh kesah seringkali pula membuat kita terdramatisi oleh masalah. Seakan-akan rencana dan keinginan kita lebih baik daripada yang terjadi . Padahal , belum tentu . Siapa tahu , dibalik kejadian yang mengecewakan menurut kita, ternyata sarat dengan perlindungan Allah dan sarat dengan terkabulnya harapan-harapan kita. Tiap melakukan kekeliruan , kita ditolong Allah dengan diberi tuntunan-Nya. Tuntunan itu tidak harus dengan terkabulnya keinginan yang kita mohonkan. Bisa jadi terkabulnya do’a itu bertolak belakang dengan yang kita minta. Karena Allah Maha Tahu di balik apapun keinginan kita. Baik keinginan jangka pendek, maupun keinginan jangka panjang. Baik kerugian duniawi maupun kerugian ukhrowi. Baik kerugian secara materi maupun kerugian secara mental . &lt;br /&gt;Kita tidak bisa mendeteksi secara cermat. Kadang-kadang kita hanya mendeteksinya sesuai dengan keperluan hawa nafsu kita. Kelihatannya sepele mengaduh ini. Tetapi, itu akan menjadi kualifikasi pengendalian diri kita. Ketahuilah bahwa kualitas seseorang itu tidak diukur dengan sesuatu yang besar-besar, tetapi oleh yang kecil-kecil. Kalau kita ingin melihat sebuah kompleks perumahan yang berkualitas, mka kita lihat saja panjang pendek rumput dihalamannya. Kalau berkualitas dan terawat dengan baik, maka rumputnyapun nampak terawat dengan baik.Marilah kita respon setiap kejadian demi kejadian dengan respon lisan yang positif, mengapa ? karena setiap respon akan mempengaruhi persepsi kita terhadap masalah yang kita hadapi dan cara kita menyelesaikannya. &lt;br /&gt;Lebih dari itu akan berdampak pula kepada orang-orang di sekitar kita. Jadi , sapaan-sapaan, teguran-tguran, komentar-komentar, celetukan-celetukan kita ini harus benar-benar bernilai produktif. Tidak hanya berarti bagi diri kita, tetapi juga bagi orang di sekitar kita.Apalagi keluh kesah termasuk penyakit hati, yaitu bentuk ketidaksabaran kita dalam menerima ketentuan dari Allah. Ada Hadits Qudsi yang menyatakan bahwa " Barangsiapa yang tidak ridho terhadap ketentuan-Ku, dan tidak sabar atas musibah dari-Ku, maka carilah Tuhan selain Aku.. " (HQR Bukhoti-Muslim). Dari Hadits Qudsi ini, nampaklah bahwa segala apapunyang Allah karuniakan kepada kita, maka kita harus menerimanya dengan ridho. Oleh karenanya, kita tidak perlu banyak mengaduh atau berkeluh kesah. Sedapat mungkin kurangi aduh mengaduh ini . Jauh akan lebih produktif jikalau kita optimalkan waktu dengan banyak berdo’a dan menambah kualitas keilmuan diri serta terus menyempurnakan ikhtiar di jalan yang Allah ridhoi. Wallahua’lam bishawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4488958160642228502-8356971866721280117?l=positifpower.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positifpower.blogspot.com/feeds/8356971866721280117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2008/12/bagaimana-menghadapi-keluh-kesah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/8356971866721280117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/8356971866721280117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2008/12/bagaimana-menghadapi-keluh-kesah.html' title='Bagaimana Menghadapi Keluh Kesah'/><author><name>An Nahl</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17359639088217681203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SVdAybXkjFI/AAAAAAAAACY/FmZRbRYH-Ss/S220/DSC_5961edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4488958160642228502.post-5917891757258671308</id><published>2008-12-28T17:05:00.001+07:00</published><updated>2009-09-01T00:18:59.451+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan karater'/><title type='text'>POSITIF MINDSET</title><content type='html'>Manusia pada hakekatanya telah diciptakan oleh Alloh SWT dalam kondisi yang berbeda-beda. Berbeda disini maksudnya adalah berbeda karakater atau pun kepribadian dari masing-masing individu. Hal itu dapat terjadi karena manusia melihat segala sesuatau di dunia ini melalui pola pikir mereka masing-masing. Pola pikir yang berbeda ini tercipta karena terjadi interaksi antara seseorang dengan lingkungannya dan orang–orang disekitarnya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola pikir yang berbeda ini menyebabkan seseorang berbeda satu dengan yang lainnya dalam menyikapi masalah yang datang menerpa meraka. Sebagai contoh ketika seseorang di tawari untuk menjadi seorang ketua panitia dalam sebuah acara, mungkin orang itu akan menjawab “ ah jangan saya. Saya tidak mampu dan belum berpengalaman. Cari yang lain saja” atau mungkin akan menjawab “baiklah akan saya terima tawaran tersebut. Itung-itung cari pengalaman’, dan jawaban yang beraneka ragam. &lt;br /&gt;Terlepas dari semua perbedaan yang ada, pola pikir yang positif adalah sebuah cara pandang seseorang dalam melihat sebuah hal dengan mencari hal positif dalam hal itu. Bahkan tidak tertutup kemungkinan bahwa hal yang sebenarnya buruk adalah yang baik itu sendiri. Pola pikir yang positif dapat membuat kita merasa nyaman dalam melalui kehidupan di dunia ini. &lt;br /&gt;Pola pikir yang positif ini juga yang sebenarnya menjadi sebuah rahasia penting dari setiap orang hebat di dunia. Mengapa demikian ? karena pola pikir yang demikian itu membuat mereka mampu bertahan dalam kondisi yang keras, mampu bekerja keras, mampu tidak pantang menyerah , mampu memanfaatkan waktu, bahkan mampu melampaui batas yang mustahil menurut kebanyakan orang.&lt;br /&gt;Dengan pola pikir positif kita dapat menjadi lebih bijaksana dalm mengambil keputusan. Mengapa demikian ? karena pola pikir positif berarti pula sebagai sebuah cara penggalian hikmah dari sebuah peristiwa yang kita terima dalam hidup ini. Dengan demikian kita dapat belajaran apa yang seharusnya kita lakukakan bila menjumpai hal yang serupa dikemudian hari, sebab pada dasarnya peristiwa bisa saja terulang kembali di kemudian hari layaknya sebuah roda yang berputar.&lt;br /&gt;Dengan pola pikir positif ini pula kita dapat terhindari bahaya depresi karena beban yang berat. Pola pikir positif adalah obat penawar dari pola pikir negatif. Pola pikir negatif akan membuat manusia memandang segala hal dari sudut yang sempit dan gelap, sehingga membuat kita merasa tidak berguna, kecil, dan semacamnya. Namun dengan pola pikir positif semua itu insya Alloh dapat teratasi dengan baik.&lt;br /&gt;Pola pikir yang positif pada dasarnya setiap orang dapat melakukannya. Namun mungkin dalam penguasaannya tidak selalu sama. Ada yang dapat menerapkannya dalam waktu singkat ada pula yang butuh waktu yang lama. Hal dikarenakan fitrah manusia yang berbeda-beda antara orang yang satu dengan yang lain. Namun berbeda bukan berarti tidak bisa, karena tidak ada hal yang mustahhil di dunia ini untuk dilakukan selama masih dalam batasan untuk manusia.&lt;br /&gt;Jadi di akhir tulisan ini penulis mengajak kepada setiap pembaca untuk selalu melihat hal yang paling terang dari setiap hal dalam hidup kita. Dengan demikian kita dapat mengambil manfaat dari hal tersebut, sekaligus kita dapat menguatkan rasa syukur kita kepada Alloh akan hal tersebut. Dan bila seorang hamba banyak bersyukur maka akan ditambah nikmatnya di dunia ini.&lt;br /&gt;Sekian dan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ pola pikir positif adalah awal hidup yang berkah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28 Nop. 08&lt;br /&gt;Nafis Akhsan ( An Nahl)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4488958160642228502-5917891757258671308?l=positifpower.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positifpower.blogspot.com/feeds/5917891757258671308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2008/12/positif-mindset.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/5917891757258671308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/5917891757258671308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2008/12/positif-mindset.html' title='POSITIF MINDSET'/><author><name>An Nahl</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17359639088217681203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SVdAybXkjFI/AAAAAAAAACY/FmZRbRYH-Ss/S220/DSC_5961edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4488958160642228502.post-3905572326932252072</id><published>2008-12-28T17:03:00.001+07:00</published><updated>2009-09-01T00:19:17.160+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All About Islam'/><title type='text'>Ta'aruf</title><content type='html'>Penulis : Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari&lt;br /&gt;Kategori : Problema Anda&lt;br /&gt;Ta’aruf Syar’i, Solusi Pengganti Pacaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan:&lt;br /&gt;1. Apabila seorang muslim ingin menikah, bagaimana syariat mengatur cara mengenal seorang muslimah sementara pacaran terlarang dalam Islam?&lt;br /&gt;2. Bagaimana hukum berkunjung ke rumah akhwat (wanita) yang hendak dinikahi dengan tujuan untuk saling mengenal karakter dan sifat masing-masing?&lt;br /&gt;3. Bagaimana hukum seorang ikhwan (lelaki) mengungkapkan perasaannya (sayang atau cinta) kepada akhwat (wanita) calon istrinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijawab oleh Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بِسْمِ اللهِ، الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar sekali pernyataan anda bahwa pacaran adalah haram dalam Islam. Pacaran adalah budaya dan peradaban jahiliah yang dilestarikan oleh orang-orang kafir negeri Barat dan lainnya, kemudian diikuti oleh sebagian umat Islam (kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala), dengan dalih mengikuti perkembangan jaman dan sebagai cara untuk mencari dan memilih pasangan hidup. Syariat Islam yang agung ini datang dari Rabb semesta alam Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana, dengan tujuan untuk membimbing manusia meraih maslahat-maslahat kehidupan dan menjauhkan mereka dari mafsadah-mafsadah yang akan merusak dan menghancurkan kehidupan mereka sendiri.&lt;br /&gt;Ikhtilath (campur baur antara lelaki dan wanita yang bukan mahram), pergaulan bebas, dan pacaran adalah fitnah (cobaan) dan mafsadah bagi umat manusia secara umum, dan umat Islam secara khusus, maka perkara tersebut tidak bisa ditolerir. Bukankah kehancuran Bani Israil –bangsa yang terlaknat– berawal dari fitnah (godaan) wanita? Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لُعِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيْلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُوْنَ. كَانُوا لاَ يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوْهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُوْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Telah terlaknat orang-orang kafir dari kalangan Bani Israil melalui lisan Nabi Dawud dan Nabi ‘Isa bin Maryam. Hal itu dikarenakan mereka bermaksiat dan melampaui batas. Adalah mereka tidak saling melarang dari kemungkaran yang mereka lakukan. Sangatlah jelek apa yang mereka lakukan.” (Al-Ma`idah: 79-78)&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيْهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيْلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau (indah memesona), dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kalian sebagai khalifah (penghuni) di atasnya, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memerhatikan amalan kalian. Maka berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan wanita, karena sesungguhnya awal fitnah (kehancuran) Bani Israil dari kaum wanita.” (HR. Muslim, dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu)&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memperingatkan umatnya untuk berhati-hati dari fitnah wanita, dengan sabda beliau:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلىَ الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah aku meninggalkan fitnah sepeninggalku yang lebih berbahaya terhadap kaum lelaki dari fitnah (godaan) wanita.” (Muttafaqun ‘alaih, dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma)&lt;br /&gt;Maka, pacaran berarti menjerumuskan diri dalam fitnah yang menghancurkan dan menghinakan, padahal semestinya setiap orang memelihara dan menjauhkan diri darinya. Hal itu karena dalam pacaran terdapat berbagai kemungkaran dan pelanggaran syariat sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Ikhtilath, yaitu bercampur baur antara lelaki dan wanita yang bukan mahram. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjauhkan umatnya dari ikhtilath, sekalipun dalam pelaksanaan shalat. Kaum wanita yang hadir pada shalat berjamaah di Masjid Nabawi ditempatkan di bagian belakang masjid. Dan seusai shalat, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiam sejenak, tidak bergeser dari tempatnya agar kaum lelaki tetap di tempat dan tidak beranjak meninggalkan masjid, untuk memberi kesempatan jamaah wanita meninggalkan masjid terlebih dahulu sehingga tidak berpapasan dengan jamaah lelaki. Hal ini ditunjukkan oleh hadits Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha dalam Shahih Al-Bukhari. Begitu pula pada hari Ied, kaum wanita disunnahkan untuk keluar ke mushalla (tanah lapang) menghadiri shalat Ied, namun mereka ditempatkan di mushalla bagian belakang, jauh dari shaf kaum lelaki. Sehingga ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam usai menyampaikan khutbah, beliau perlu mendatangi shaf mereka untuk memberikan khutbah khusus karena mereka tidak mendengar khutbah tersebut. Hal ini ditunjukkan oleh hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu dalam Shahih Muslim.&lt;br /&gt;Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;خَيْرُ صُفُوْفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرِهَا، وَخَيْرُ صُفُوْفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebaik-baik shaf lelaki adalah shaf terdepan dan sejelek-jeleknya adalah shaf terakhir. Dan sebaik-baik shaf wanita adalah shaf terakhir, dan sejelek-jeleknya adalah shaf terdepan.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata: “Hal itu dikarenakan dekatnya shaf terdepan wanita dari shaf terakhir lelaki sehingga merupakan shaf terjelek, dan jauhnya shaf terakhir wanita dari shaf terdepan lelaki sehingga merupakan shaf terbaik. Apabila pada ibadah shalat yang disyariatkan secara berjamaah, maka bagaimana kiranya jika di luar ibadah? Kita mengetahui bersama, dalam keadaan dan suasana ibadah tentunya seseorang lebih jauh dari perkara-perkara yang berhubungan dengan syahwat. Maka bagaimana sekiranya ikhtilath itu terjadi di luar ibadah? Sedangkan setan bergerak dalam tubuh Bani Adam begitu cepatnya mengikuti peredaran darah . Bukankah sangat ditakutkan terjadinya fitnah dan kerusakan besar karenanya?” (Lihat Fatawa An-Nazhar wal Khalwah wal Ikhtilath, hal. 45)&lt;br /&gt;Subhanallah. Padahal wanita para shahabat keluar menghadiri shalat dalam keadaan berhijab syar’i dengan menutup seluruh tubuhnya –karena seluruh tubuh wanita adalah aurat– sesuai perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Al-Ahzab ayat 59 dan An-Nur ayat 31, tanpa melakukan tabarruj karena Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang mereka melakukan hal itu dalam surat Al-Ahzab ayat 33, juga tanpa memakai wewangian berdasarkan larangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan Ahmad, Abu Dawud, dan yang lainnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلْيَخْرُجْنَ وَهُنَّ تَفِلاَتٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hendaklah mereka keluar tanpa memakai wewangian.”&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang siapa saja dari mereka yang berbau harum karena terkena bakhur untuk untuk hadir shalat berjamaah sebagaimana dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 53:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذَا سَأَلْتُمُوْهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوْهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوْبِكُمْ وَقُلُوْبِهِنَّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika kalian (para shahabat) meminta suatu hajat (kebutuhan) kepada mereka (istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) maka mintalah dari balik hijab. Hal itu lebih bersih (suci) bagi kalbu kalian dan kalbu mereka.”&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan mereka berinteraksi sesuai tuntutan hajat dari balik hijab dan tidak boleh masuk menemui mereka secara langsung. Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata: “Maka tidak dibenarkan seseorang mengatakan bahwa lebih bersih dan lebih suci bagi para shahabat dan istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan bagi generasi-generasi setelahnya tidaklah demikian. Tidak diragukan lagi bahwa generasi-generasi setelah shahabat justru lebih butuh terhadap hijab dibandingkan para shahabat, karena perbedaan yang sangat jauh antara mereka dalam hal kekuatan iman dan ilmu. Juga karena persaksian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap para shahabat, baik lelaki maupun wanita, termasuk istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri bahwa mereka adalah generasi terbaik setelah para nabi dan rasul, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim. Demikian pula, dalil-dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah menunjukkan berlakunya suatu hukum secara umum meliputi seluruh umat dan tidak boleh mengkhususkannya untuk pihak tertentu saja tanpa dalil.” (Lihat Fatawa An-Nazhar, hal. 11-10)&lt;br /&gt;Pada saat yang sama, ikhtilath itu sendiri menjadi sebab yang menjerumuskan mereka untuk berpacaran, sebagaimana fakta yang kita saksikan berupa akibat ikhtilath yang terjadi di sekolah, instansi-instansi pemerintah dan swasta, atau tempat-tempat yang lainnya. Wa ilallahil musytaka (Dan hanya kepada Allah kita mengadu)&lt;br /&gt;2. Khalwat, yaitu berduaannya lelaki dan wanita tanpa mahram. Padahal Rasululllah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِيَّاكُمْ وَالدُّخُوْلَ عَلىَ النِّسَاءِ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ اْلأَنْصَارِ: أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ؟ قَالَ: الْحَمْوُ الْمَوْتُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hati-hatilah kalian dari masuk menemui wanita.” Seorang lelaki dari kalangan Anshar berkata: “Bagaimana pendapatmu dengan kerabat suami? ” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Mereka adalah kebinasaan.” (Muttafaq ‘alaih, dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu)&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan sekali-kali salah seorang kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali bersama mahram.” (Muttafaq ‘alaih, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma)&lt;br /&gt;Hal itu karena tidaklah terjadi khalwat kecuali setan bersama keduanya sebagai pihak ketiga, sebagaimana dalam hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلاَ يَخْلُوَنَّ بِامْرَأَةٍ لَيْسَ مَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ مِنْهَا فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan sekali-kali dia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa disertai mahramnya, karena setan akan menyertai keduanya.” (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;3. Berbagai bentuk perzinaan anggota tubuh yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُتِبَ عَلىَ ابْنِ آدَمَ نَصِيْبُهُ مِنَ الزِّنَا مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ: الْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَاْلأُذُنَانِ زِنَاهُمَا اْلاِسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ، وَالْيَدُ زِنَاهُ الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهُ الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ أَوْ يُكَذِّبُهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Telah ditulis bagi setiap Bani Adam bagiannya dari zina, pasti dia akan melakukannya, kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lidah(lisan) zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, kaki zinanya adalah melangkah, sementara kalbu berkeinginan dan berangan-angan, maka kemaluan lah yang membenarkan atau mendustakan.”&lt;br /&gt;Hadits ini menunjukkan bahwa memandang wanita yang tidak halal untuk dipandang meskipun tanpa syahwat adalah zina mata . Mendengar ucapan wanita (selain istri) dalam bentuk menikmati adalah zina telinga. Berbicara dengan wanita (selain istrinya) dalam bentuk menikmati atau menggoda dan merayunya adalah zina lisan. Menyentuh wanita yang tidak dihalalkan untuk disentuh baik dengan memegang atau yang lainnya adalah zina tangan. Mengayunkan langkah menuju wanita yang menarik hatinya atau menuju tempat perzinaan adalah zina kaki. Sementara kalbu berkeinginan dan mengangan-angankan wanita yang memikatnya, maka itulah zina kalbu. Kemudian boleh jadi kemaluannya mengikuti dengan melakukan perzinaan yang berarti kemaluannya telah membenarkan; atau dia selamat dari zina kemaluan yang berarti kemaluannya telah mendustakan. (Lihat Syarh Riyadhis Shalihin karya Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, pada syarah hadits no. 16 22)&lt;br /&gt;Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيْلاً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina, sesungguhnya itu adalah perbuatan nista dan sejelek-jelek jalan.” (Al-Isra`: 32)&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حِدِيْدٍ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Allah, sungguh jika kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum dari besi, maka itu lebih baik dari menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani dan Al-Baihaqi dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu ‘anhu, dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 226)&lt;br /&gt;Meskipun sentuhan itu hanya sebatas berjabat tangan maka tetap tidak boleh. Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلاَ وَاللهِ مَا مَسَّتْ يَدُ رَسُوْلِ اللهِ يَدَ امْرَأَةٍ قَطُّ غَيْرَ أَنَّهُ يُبَايِعُهُنَّ بِالْكَلاَمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak. Demi Allah, tidak pernah sama sekali tangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyentuh tangan wanita (selain mahramnya), melainkan beliau membai’at mereka dengan ucapan (tanpa jabat tangan).” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Demikian pula dengan pandangan, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman dalam surat An-Nur ayat 31-30:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوْجَهُمْ – إِلَى قَوْلِهِ تَعَلَى – وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakan (wahai Nabi) kepada kaum mukminin, hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka (dari halhal yang diharamkan) –hingga firman-Nya- Dan katakan pula kepada kaum mukminat, hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka (dari hal-hal yang diharamkan)….”&lt;br /&gt;Dalam Shahih Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظْرِ الْفَجْأَةِ؟ فَقَالَ: اصْرِفْ بَصَرَكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang tiba-tiba (tanpa sengaja)? Maka beliau bersabda: ‘Palingkan pandanganmu’.”&lt;br /&gt;Adapun suara dan ucapan wanita, pada asalnya bukanlah aurat yang terlarang. Namun tidak boleh bagi seorang wanita bersuara dan berbicara lebih dari tuntutan hajat (kebutuhan), dan tidak boleh melembutkan suara. Demikian juga dengan isi pembicaraan, tidak boleh berupa perkara-perkara yang membangkitkan syahwat dan mengundang fitnah. Karena bila demikian maka suara dan ucapannya menjadi aurat dan fitnah yang terlarang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَلاَ تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَعْرُوْفًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka janganlah kalian (para istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) berbicara dengan suara yang lembut, sehingga lelaki yang memiliki penyakit dalam kalbunya menjadi tergoda dan ucapkanlah perkataan yang ma’ruf (baik).” (Al-Ahzab: 32)&lt;br /&gt;Adalah para wanita datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan di sekitar beliau hadir para shahabatnya, lalu wanita itu berbicara kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepentingannya dan para shahabat ikut mendengarkan. Tapi mereka tidak berbicara lebih dari tuntutan hajat dan tanpa melembutkan suara.&lt;br /&gt;Dengan demikian jelaslah bahwa pacaran bukanlah alternatif yang ditolerir dalam Islam untuk mencari dan memilih pasangan hidup. Menjadi jelas pula bahwa tidak boleh mengungkapkan perasaan sayang atau cinta kepada calon istri selama belum resmi menjadi istri. Baik ungkapan itu secara langsung atau lewat telepon, ataupun melalui surat. Karena saling mengungkapkan perasaan cinta dan sayang adalah hubungan asmara yang mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah. Demikian pula halnya berkunjung ke rumah calon istri atau wanita yang ingin dilamar dan bergaul dengannya dalam rangka saling mengenal karakter dan sifat masing-masing, karena perbuatan seperti ini juga mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah. Wallahul musta’an (Allah-lah tempat meminta pertolongan).&lt;br /&gt;Adapun cara yang ditunjukkan oleh syariat untuk mengenal wanita yang hendak dilamar adalah dengan mencari keterangan tentang yang bersangkutan melalui seseorang yang mengenalnya, baik tentang biografi (riwayat hidup), karakter, sifat, atau hal lainnya yang dibutuhkan untuk diketahui demi maslahat pernikahan. Bisa pula dengan cara meminta keterangan kepada wanita itu sendiri melalui perantaraan seseorang seperti istri teman atau yang lainnya. Dan pihak yang dimintai keterangan berkewajiban untuk menjawab seobyektif mungkin, meskipun harus membuka aib wanita tersebut karena ini bukan termasuk dalam kategori ghibah yang tercela. Hal ini termasuk dari enam perkara yang dikecualikan dari ghibah, meskipun menyebutkan aib seseorang. Demikian pula sebaliknya dengan pihak wanita yang berkepentingan untuk mengenal lelaki yang berhasrat untuk meminangnya, dapat menempuh cara yang sama.&lt;br /&gt;Dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits Fathimah bintu Qais ketika dilamar oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan Abu Jahm, lalu dia minta nasehat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَمَّا أَبُو جَهْمٍ فَلاَ يَضَعُ عَصَاهُ عَنْ عَاتِقِهِ، وَأَمَّا مُعَاوِيَةُ فَصُعْلُوْكٌ لاَ مَالَ لَهُ، انْكِحِي أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adapun Abu Jahm, maka dia adalah lelaki yang tidak pernah meletakkan tongkatnya dari pundaknya . Adapun Mu’awiyah, dia adalah lelaki miskin yang tidak memiliki harta. Menikahlah dengan Usamah bin Zaid.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Para ulama juga menyatakan bolehnya berbicara secara langsung dengan calon istri yang dilamar sesuai dengan tuntunan hajat dan maslahat. Akan tetapi tentunya tanpa khalwat dan dari balik hijab. Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Asy-Syarhul Mumti’ (130-129/5 cetakan Darul Atsar) berkata: “Bolehnya berbicara dengan calon istri yang dilamar wajib dibatasi dengan syarat tidak membangkitkan syahwat atau tanpa disertai dengan menikmati percakapan tersebut. Jika hal itu terjadi maka hukumnya haram, karena setiap orang wajib menghindar dan menjauh dari fitnah.”&lt;br /&gt;Perkara ini diistilahkan dengan ta’aruf. Adapun terkait dengan hal-hal yang lebih spesifik yaitu organ tubuh, maka cara yang diajarkan adalah dengan melakukan nazhor, yaitu melihat wanita yang hendak dilamar. Nazhor memiliki aturan-aturan dan persyaratan-persyaratan yang membutuhkan pembahasan khusus .&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;id_online=425&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4488958160642228502-3905572326932252072?l=positifpower.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://positifpower.blogspot.com/feeds/3905572326932252072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2008/12/taaruf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/3905572326932252072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4488958160642228502/posts/default/3905572326932252072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://positifpower.blogspot.com/2008/12/taaruf.html' title='Ta&apos;aruf'/><author><name>An Nahl</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17359639088217681203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_HRANtb72UvA/SVdAybXkjFI/AAAAAAAAACY/FmZRbRYH-Ss/S220/DSC_5961edit.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
