Buku Tamu

Tampilkan postingan dengan label pendidikan karater. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan karater. Tampilkan semua postingan

Selasa, Agustus 25, 2009

Masalah Siapa Takut


Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti pernah mengalami masalah. Baik itu masalah kecil dan sepele sampai masalah berat lagi pelik. Namun disisi lain, dengan adanya masalah itulah hidup kita menjadi lebih berwarna, ibarat makanan jika tidak pakai bumbu maka rasanya kurang enak dilidah. Ya secara sederhana masalah dapat di analogikan dengan bumbu-bumbu pada masakan. Hakekatnya masalah itu sebenarnya anugrah dari alloh untuk para hambanya. Bahkan terdapat pelajaran yang nyata dan berharga dalam setiap masalah bagi orang – orang yang mau berpikir !

Nah, sebenarnya hanya ada 2 pilihan ketika kita dilanda masalah yaitu hadapi atau lari. Hanya dua itu saja tidak lebih atau kurang. Bagi hamba yang memilih jalan untuk menghadapi masalah itu berarti sebenarnya ia adalah insan yang bersyukur. Sedang bagi hamba yang lari dari masalah sejatinya ia sungguh malang.
Hamba yang berani menghadapi apapun masalahnya sejatinya ia adalah insan yang percaya kepada Alloh. Percaya karena Alloh tidak pernah dan takkan pernah memberi masalah (cobaan) kepada hambanya melebihi kadar kemampuan kita. Sebagaimana firmannya dalam Al Qur’an :

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa
(dari kejahatan) yang dikerjakannya…..”
Al Baqoroh : 286

Sudahkah anda percaya bahwa Alloh tidak pernah menguji hamba-Nya melainkan sesuai kadar mereka masing-masing? Ayat yang saya kutip di atas adalah bukti nyata, sebab Alloh selalu berfirman sesuatu yang benar dan tidak pernah berbohong pada setiap hambanya. Jadi kenapa harus takut menghadapi masalah sebab kita sebenarnya mampu.
Sebenarnya cara menghadapi masalah sungguh sangat sederhana. Bahkan sebenarnya anda pun sudah tahu. Jadi apa caranya ? ya tebakan anda benar. Kunci menghadapi masalah adalah berusaha dan berdoa lalu hasilnya kita kembalikan ke Alloh. Alloh lah yang memberi cobaan maka Alloh jua lah yang menentukan. Jika kita analogikan dengan sebuah ulangan, gurulah yang membuat soal kepada kita kemudian kita hanya dapat berdoa dan mengerjakan dengan sungguh-sungguh. Terahir hasil kerjaan kita serahkan kepada sang guru kembali untuk dinilai. Dan seperti itulah mekanisme sebuah masalah berjalan.
Mintalah kepada Alloh atas segala masalah yang menimpa kita. Karena sekali lagi saya ingatkan segala hal bersumber kepada kehendak Alloh maka DIA lah yang memberi jalan keluar. Sebagaimana firman Alloh dalam surat berikut:

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya
jalan keluar.” (QS Ath Thalaaq:2)
“Dan barang-siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan
baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS Ath Thalaaq:4)

akhir kata saya tegaskan kembali bahwa masalah (cobaan) yang Alloh berikan sejatinya adalah anugrah bagi hambanya yang mana membuat hidup menjadi berwarna, serta terdapat ilmu yang berharga di dalamnya. Dan hal tersebut berlaku bagi hambanya yang bersyukur, berfikir, dan berprasangka baik kepada NYA. Meskipun masalah (cobaan) itu anugrah bukan berarti kita harus menjadi orang yang mencari-cari masalah. Sekian, mohon maaf bila ada kesalahan dari saya yang membuat ketidakenakkan bagi anda.
Read More..

Senin, Februari 23, 2009

Apakah anda pendengar yang simpatik?

Bacalah tujuh kalimat berikut dan berikan angka 4 bila jawabannya menurut anda selalu, angka 3 untuk biasanya, dan angka 2 untuk jarang, serta angka 1 untuk tidak pernah.
 

1…….apakah saya membiarkan pembicara menyelesaikan kalimatnya tanpa menyelanya atau interupsi.
2…….apakah saya mendengarkan beberapa maksud yang tersirat?
3…….ketika menulis pesan, apakah saya mendengarkan, dan menuliskan fakta atau kalimat-kalimat penting?
4…….apakah saya mengulangi apa yang baru dikatakan orang lain untuk suatu materi pembicaraan yang kurang saya mengerti?
5…….apakah saya bisa menghindari sikap permusuhan jika pembicaraan ternyata tidak sesuai dengan saya(tidak saya mengerti)?
6…….apakah saya berusaha menyingkirkan gangguan-gangguan ketika saya terlibat dalam permbicaraan denagn seseorang?
7…….apakah saya berusaha tampak tertarik denagan apa yang dikatakan/dibicarakan oleh orang lain?

Nah, sobat mari kita lihat skornya. Jumlahkan angka-angka yang sudah saudara cntumkan tersebut, dan lihatlah pengklasifikasian dibawah ini.

• Jika jumlah skor anda 26 atau lebih tinggi menunjukan anda pendengar yang simpatik.
• Jika jumlah skor anda 22-25 menunjukan anda sudah lebih baik dari rata-rata.
• Jika jumlah skor anda 18-21 menunjukan anda harus menigkatkan diri lebih baik.
• Jika jumlah skor anda 17 ke bawah, maka anda WAJIB berlatih untuk mendengarkan.

Sobat, apakah anda pendengar yang simpatik?
Silahkan renungkan jawaban tes tersebut.

Dikutip dari “developing the leader within you” John C. Maxwell.

Read More..

Sabtu, Februari 07, 2009

Sedikit Demi Sedikit Lama-Lama Menjadi Bukit


pencurian kayu atau bahasa ngetrennya 'ilegal logging", merupakan masalh klasik di negeri kita indonesia. pohon-pohon di hutankalimantan, jawa, dan dimanapun mulai habis terkikis. julukan zambrud hijau katulistiwa mungkin akan terjabut dari indonesia. alam yang dulu lestari dan indah kini hilang.
     dalam sebuah lirik lagu dilantunkan sebuah gambaran akan hal tersebut.       
......
kuingat ibuku dongengkan cerita
cerita tentang jaya nusantara lama
tentang karta raharja di sana
.....
mengapa tanahku rawan kini
bukit-bukit pun telanjang berdiri
mohon ku engkau bersemi kembali
burung-burung pun malu bernyanyi

......
     sebuah ironi memang, namun selalu ada harapan. harapan akan indonesia yang kembali hijau kembali segar, sejuk dan asri.
     pribahasa sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit dapat membantu kita mengatasi  masalah tersebut. ada sebuah falsafah yang dapat kita petik. bila satu orang indonesia menanam satu pohon saja dapat membuat hujau, bayangkan bila sejuta orang berpikiran sama melakukan hal serupa. bila satu orang menanam satu pohon tiap minggu atau bulan, bayangkan bila sejuta orang berpikiran sama bertindak demikian.
     mungkin terlihat susah bila dipikir, oleh karena itu jangan hanya dipikir tapi lakukanlah, bertindaklah. mulai dari diri kita sendiri dulu, tanamlah pohon! ajaklah orang-orang dekat anda terlebih dahulu setelah anda bertindak. buat mereka berfikir dan sadar akan manfaat menanam pohon. bila satu orang yang anda ajak kemudian mengajak sepuluh orang. lalu sepuluh orang itu masing-masing mengajak sepuluh orang lagi, dan begitu seterusnya. bayangkan banyaknya orang yang akan menanam pohon. bukan mustahil
zambrud hijau katulistiwa akan kembali bergema di dunia.
    oleh karena itu, ayo bersama kita tanam pohon untuk hidup yang lebih baik. indonesia yang segar, sehat, asri, dan hijau ada ditangan kita untuk mewujudkannya.

Read More..

Kamis, Januari 01, 2009

Besi Bengkok

Suatu hari ada seorang pemuda yang tengah duduk di sepan rumahnya. Di tangannya terdapat tongkat dari besi yang kuat.

Sang pemuda itu mencoba membengkokkan tongkat itu dengan tangannya. Setelah lama mencoba tapi tongkat itu tidak dapat bengkok. Karena kelelahan pemuda itu mengahiri usahanya.
Kemudian datanglah seorang tua menemui pemuda itu. “kenapa engkau terlihat kepayahan wahai pemuda?” kata si orang tua itu. “aku mencoba membengkokkan tongkat besi ini dengan tanganku kek.’ Jawab pemuda itu
“nak kalau kamu ingin membengkokkan tongkat besi itu bukan begitu caranya.” Kata orang itu.
“lalu bagaimana cara yang tepat pak tua?” Tanya pemuda itu.
“kamu hanya perlu memanaskan besi itu perlahan sampai membara kemudian kamu dapat dengan mudah membengkokkannya” jawab orang tu aitu.
Si pemuda itupun mengikuti saran orang tua itu. Dan tongkat besi itupun bengkok.

Dari cerita singkat di atas dapatkah anda mengambil sebuah pelajaran?

Pelajaran yang dapat kita ambil adalah bila kita ingin berubah atau mengubah sesuatu hal, pola pikir, atau seseorang maupun sekelompok orang hendaknya kita tidak usah terburu-buru. Sebab itu akan mengakibatkan hasil tidak maksimal ataupun malah gagal, sebab cara yang di pakai kurang tepat. Perlahan tapi pasti serta intens adalah cara yang tepat untuk melakukannya. Seperti halnya tongkat besi itu yang dipanaskan secara perlahan sampai mencapai titik didihnya akan mudah dibengkokkan. Tidak perlu tenaga yang ekstra bila dilakukan secara perlahan dan terus menerus, hanya perlu kesabaran yang besar bila mau berubah.
Never give up to change for sucses.

By An Nahl

Nb: andapun masih dapat mencari makna lain yang terkandung di dalam cerita di atas bila anda mau mencari dan berfikir !


Read More..

Minggu, Desember 28, 2008

Belajar Dari Wajah

Subhanallah, walaupun kulitnya tidak putih, tetapi ketika memandang wajahnya... sejuk sekali! Senyumnya begitu tulus meresap ke relung kalbu yang paling dalam. Menarik sekali jika kita terus-menerus belajar tentang fenomena apa pun yang terjadi dalam kehidupan ini. Salah satunya adalah wajah. Wajah? Ya, wajah. Wajah bukan hanya masalah bentuk, yang utama adalah pancaran yang tersemburat dari si pemilik wajah tersebut.

Ketika pagi menyingsing misalnya, tekadkan dalam diri, ''Saya ingin tahu wajah yang paling menenteramkan hati itu seperti apa? Wajah yang paling menggelisahkan itu bagaimana?'' Karena, pasti hari ini kita akan banyak bertemu dengan wajah orang per orang.

Saat berjumpa dengan orang, kita bisa belajar ilmu tentang wajah, karena setiap wajah memberikan dampak yang berbeda-beda kepada kita. Ada yang menenteramkan, ada yang menyejukkan, ada yang menggelikan, ada yang menggelisahkan, dan ada pula yang menakutkan. Menakutkan? Mengapa? Apakah karena bentuk hidungnya? Tentu saja tidak! Sebab ada yang hidungnya mungil, tapi menenteramkan. Ada yang sorot matanya tajam menghunjam, tapi menyejukkan. Ada yang kulitnya hitam, tapi penuh wibawa.

Aa pernah berjumpa dengan seorang ulama dari Afrika di Masjidil Haram. Subhanallah, walaupun kulitnya tidak putih, tidak kuning, tetapi ketika memandang wajahnya... sejuk sekali! Senyumnya begitu tulus meresap ke relung kalbu yang paling dalam. Sungguh bagai disiram air menyegarkan pada siang hari.
Kalau hari ini kita berhasil menemukan wajah seseorang yang menenteramkan, maka cari tahu mengapa dia bisa memiliki wajah seperti itu. Tentu kita akan menaruh hormat kepada dia. Betapa senyumannya yang tulus, pancaran wajahnya tampak sekali ia ingin membahagiakan siapa pun yang menatapnya. Sebaliknya, bagaimana kalau kita menatap raut wajah yang berlawanan? Wajahnya bengis, struktur katanya ketus, sorot matanya kejam, senyumannya sinis, dan sikapnya pun tidak ramah. Ini pun perlu kita pelajari.

Ambillah kelebihan dari wajah yang menenteramkan dan menyejukkan tadi menjadi bagian dari wajah kita, dan buang jauh-jauh raut wajah yang tidak menenteramkan. Tidak ada salahnya jika kita evalusi diri di depan cermin. Tanyalah, raut seperti apakah yang ada di wajah ini?
Memang, ada di antara hamba-hamba Allah yang bibirnya didesain agak berat ke bawah. Kadang-kadang menyangkanya dia kurang senyum, sinis, atau kurang ramah. Subhanallah, bentuk seperti ini pun karunia Allah yang patut disyukuri dan bisa jadi ladang amal bagi siapa pun yang memilikinya untuk berusaha senyum ramah lebih maksimal lagi.

Bagi wajah yang untuk seulas senyum itu sudah ada, maka tinggal meningkatkan lagi kualitas senyum tersebut, agar lebih ikhlas lagi. Karena senyum bukan sekadar mengangkat ujung bibir saja, tapi yang utama adalah keinginan membahagiakan orang lain. Rasulullah SAW memberikan perhatian yang luar biasa kepada setiap orang yang ditemuinya sehingga orang itu merasa puas. Diriwayatkan, bila ada orang yang menyapanya, Rasul menganggap orang tersebut adalah orang yang paling utama, sesuai kadar kemampuannya.

Walhasil, ketika Rasul berbincang dengan siapa pun, maka orang yang diajak berbincang itu senantiasa menjadi curahan perhatian. Tak heran bila cara memandang dan bersikap, ternyata menjadi atribut kemuliaan yang ia contohkan. Hal itu berpengaruh besar terhadap sikap dan perasaan orang yang diajak bicara.
Kemuramdurjaan, ketidakenakan, dan kegelisahan itu muncul karena kita belum menganggap orang yang ada dihadapan kita sebagai yang paling utama. Makanya, kita sering melihat seseorang itu hanya separuh mata, berbicara hanya separuh perhatian. Misalnya, ketika ada seseorang yang datang menghampiri, kita sapa orang itu sambil baca koran. Padahal, kalau kita sudah tidak mengutamakan orang lain, maka curahan kata-kata, cara memandang, cara bersikap, itu tidak akan punya daya sentuh dan daya pancar yang kuat.

Karena itu, marilah kita berlatih diri meneliti wajah. Tentu bukan untuk meremehkan, tapi mengambil teladan wajah yang baik dan menghindari yang tidak baik. Lalu praktikkan dalam perilaku sehari-hari. Selain itu, belajarlah untuk mengutamakan orang lain, walaupun hanya sesaat saja. Wallahu a'lam.
OLEH
( KH Abdullah Gymnastiar )





Read More..

Bagaimana Menghadapi Keluh Kesah

Sumber: Cyber MQ [Mata Air]
Oleh : Aa Gym
Assalamuálaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Aa… ternyata menjalani hidup dikota susah dan banyak sekali permasalahan yang sering kita hadapi, sehingga terkadang saya harus banyak keluh kesah karena masalah sepele, bahkan serasa hidup ini sudah tidak ada kesemangatan lagi. Mudah-mudahan Aa dapat memberikan arahan-arahan yang dapat membauat kesemangatan dalam hidupku ini.
Wassalamuálaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bapak yang baik, hidup di kota besar semacam...


Jakarta atau Bandung membutuhkan kekuatan iman dan kekuatan mental. Macet saat di perjalanan dalam waktu-waktu tertentu adalah suatu permasalahan yang kadangkala sering kita hadapi.Tak heran bila untuk sebuah perjalanan, kalau kita tidak memakai strategi yang bagus, tidak memakai perencanaan yang matang, maka kemacetan benar-benar akan mencuri waktu begitu lama.
Terkadang bisa berjam-jam di jalan .Kalau saja tidak berusaha untuk bening hati , sepertinya sepanjang jalan yang terjadi hanya dongkol dan marah-marah. " Aduh , kapan sampainya ! aduh, ini kok lama banget !, Aduh , kok macet terus !" Mungkin ungkapannya seperti itu. Aduh dan aduh. Padahal kata-kata “aduh”, kalau hanya tanda keluh kesah, sebetulnya tidak menyelesaikan masalah. Justru kata-kata yang terlontar ini menunjukan ketidaksabaran kita. Apalagi jika tiba-tiba di pinggir jalan ada kendaraan lain berhenti seenaknya. Kita boleh kecewa dan boleh melihat ini sebagai sesuatu yang harus diperbaiki. Tetapi , tidak berarti kita harus sengsara dengan marah-marah atau berkeluh kesah.
Mata terbeliak dan mulut kadang berucap " minggir , dong !" Mungkin inginnya menghardik seperti itu.Tetapi alangkah lebih baiknya jika kita menyapa dengan kata yang lebih lembut, " Maaf, Pak ! Boleh agak ke pinggir sedikit ! ". Ungkapan seperti ini nampaknya akan lebih ringan ke dalam hati, daripada melotot dengan menggunakan otot. Boleh jadi kalau sudah banyak kedongkolan, selain akan banyak berkeluh kesah, juga akan menjadikan diri lebih emosional. Ini yang paling merugikan . Bagi kita maupun orang lain . Kita harus mengukur kehilangan waktu dalam beberapa menit atau beberapa jam, padahal waktu tersebut sebenarnya dapat menjadi tambahan ilmu dan kemampuan diri kita.
Ada baiknya, selama perjalanan lengkapi diri dengan sumber-sumber ilmu, baik berupa kaset ceramah, nasyid, atau kaset murotal Qur’an. Sumber-sumber ini akan menambah percepatan keilmuan kita, disamping akan membuat kita tidak tergoda untuk ber’aduh ria. "Aduh, terlambat nih !" "Aduh , ada yang ketinggalan nih !" Kata-kata seperti ini sebetulnya tidak perlu dikeluarkan ! Karena tidak menyelesaikan masalah. Lebih baik kita isi dengan do’a ; " Ya Allah, semoga saya datang tepat waktu, semoga ada jalan keluar dari kemacetan ini ". Kata-kata ini akan lebih produktif dibandingkan dengan kata "aduh". Marilah kita minimalisirkan keluh kesah seperti ini.Apalagi bagi kita pun ada kenikmatan tersendiri bila kita bisa bicara lebih santun. Kesantunan akan membuat batin kita lebih ringan daripada berperilaku emosional.
Lebih dari itu, kelembutan akan mampu menaklukan sesuatu yang tidak bisa ditaklukan dengan kekerasan. Itu sudah bagian dari rumusannya. Karena, kalau orang-orang keras dilawan dengan kekerasan , maka dia akan merasa itu bagiaan dunianya. Tapi , kalau orang-orang yang bertemperamen keras itu diberi kelembutan yang tulus dari lubuk hati yang paling dalam, Insya Allah mereka akan terbawa lembut juga. Contohnya, orang sekeras Umar bin Khatab atau Khalid Bin Walid bisa jatuh tersungkur menagis oleh lembutnya Al Qur’an.
Berkeluh kesah seringkali pula membuat kita terdramatisi oleh masalah. Seakan-akan rencana dan keinginan kita lebih baik daripada yang terjadi . Padahal , belum tentu . Siapa tahu , dibalik kejadian yang mengecewakan menurut kita, ternyata sarat dengan perlindungan Allah dan sarat dengan terkabulnya harapan-harapan kita. Tiap melakukan kekeliruan , kita ditolong Allah dengan diberi tuntunan-Nya. Tuntunan itu tidak harus dengan terkabulnya keinginan yang kita mohonkan. Bisa jadi terkabulnya do’a itu bertolak belakang dengan yang kita minta. Karena Allah Maha Tahu di balik apapun keinginan kita. Baik keinginan jangka pendek, maupun keinginan jangka panjang. Baik kerugian duniawi maupun kerugian ukhrowi. Baik kerugian secara materi maupun kerugian secara mental .
Kita tidak bisa mendeteksi secara cermat. Kadang-kadang kita hanya mendeteksinya sesuai dengan keperluan hawa nafsu kita. Kelihatannya sepele mengaduh ini. Tetapi, itu akan menjadi kualifikasi pengendalian diri kita. Ketahuilah bahwa kualitas seseorang itu tidak diukur dengan sesuatu yang besar-besar, tetapi oleh yang kecil-kecil. Kalau kita ingin melihat sebuah kompleks perumahan yang berkualitas, mka kita lihat saja panjang pendek rumput dihalamannya. Kalau berkualitas dan terawat dengan baik, maka rumputnyapun nampak terawat dengan baik.Marilah kita respon setiap kejadian demi kejadian dengan respon lisan yang positif, mengapa ? karena setiap respon akan mempengaruhi persepsi kita terhadap masalah yang kita hadapi dan cara kita menyelesaikannya.
Lebih dari itu akan berdampak pula kepada orang-orang di sekitar kita. Jadi , sapaan-sapaan, teguran-tguran, komentar-komentar, celetukan-celetukan kita ini harus benar-benar bernilai produktif. Tidak hanya berarti bagi diri kita, tetapi juga bagi orang di sekitar kita.Apalagi keluh kesah termasuk penyakit hati, yaitu bentuk ketidaksabaran kita dalam menerima ketentuan dari Allah. Ada Hadits Qudsi yang menyatakan bahwa " Barangsiapa yang tidak ridho terhadap ketentuan-Ku, dan tidak sabar atas musibah dari-Ku, maka carilah Tuhan selain Aku.. " (HQR Bukhoti-Muslim). Dari Hadits Qudsi ini, nampaklah bahwa segala apapunyang Allah karuniakan kepada kita, maka kita harus menerimanya dengan ridho. Oleh karenanya, kita tidak perlu banyak mengaduh atau berkeluh kesah. Sedapat mungkin kurangi aduh mengaduh ini . Jauh akan lebih produktif jikalau kita optimalkan waktu dengan banyak berdo’a dan menambah kualitas keilmuan diri serta terus menyempurnakan ikhtiar di jalan yang Allah ridhoi. Wallahua’lam bishawab

Read More..

POSITIF MINDSET

Manusia pada hakekatanya telah diciptakan oleh Alloh SWT dalam kondisi yang berbeda-beda. Berbeda disini maksudnya adalah berbeda karakater atau pun kepribadian dari masing-masing individu. Hal itu dapat terjadi karena manusia melihat segala sesuatau di dunia ini melalui pola pikir mereka masing-masing. Pola pikir yang berbeda ini tercipta karena terjadi interaksi antara seseorang dengan lingkungannya dan orang–orang disekitarnya.


Pola pikir yang berbeda ini menyebabkan seseorang berbeda satu dengan yang lainnya dalam menyikapi masalah yang datang menerpa meraka. Sebagai contoh ketika seseorang di tawari untuk menjadi seorang ketua panitia dalam sebuah acara, mungkin orang itu akan menjawab “ ah jangan saya. Saya tidak mampu dan belum berpengalaman. Cari yang lain saja” atau mungkin akan menjawab “baiklah akan saya terima tawaran tersebut. Itung-itung cari pengalaman’, dan jawaban yang beraneka ragam.
Terlepas dari semua perbedaan yang ada, pola pikir yang positif adalah sebuah cara pandang seseorang dalam melihat sebuah hal dengan mencari hal positif dalam hal itu. Bahkan tidak tertutup kemungkinan bahwa hal yang sebenarnya buruk adalah yang baik itu sendiri. Pola pikir yang positif dapat membuat kita merasa nyaman dalam melalui kehidupan di dunia ini.
Pola pikir yang positif ini juga yang sebenarnya menjadi sebuah rahasia penting dari setiap orang hebat di dunia. Mengapa demikian ? karena pola pikir yang demikian itu membuat mereka mampu bertahan dalam kondisi yang keras, mampu bekerja keras, mampu tidak pantang menyerah , mampu memanfaatkan waktu, bahkan mampu melampaui batas yang mustahil menurut kebanyakan orang.
Dengan pola pikir positif kita dapat menjadi lebih bijaksana dalm mengambil keputusan. Mengapa demikian ? karena pola pikir positif berarti pula sebagai sebuah cara penggalian hikmah dari sebuah peristiwa yang kita terima dalam hidup ini. Dengan demikian kita dapat belajaran apa yang seharusnya kita lakukakan bila menjumpai hal yang serupa dikemudian hari, sebab pada dasarnya peristiwa bisa saja terulang kembali di kemudian hari layaknya sebuah roda yang berputar.
Dengan pola pikir positif ini pula kita dapat terhindari bahaya depresi karena beban yang berat. Pola pikir positif adalah obat penawar dari pola pikir negatif. Pola pikir negatif akan membuat manusia memandang segala hal dari sudut yang sempit dan gelap, sehingga membuat kita merasa tidak berguna, kecil, dan semacamnya. Namun dengan pola pikir positif semua itu insya Alloh dapat teratasi dengan baik.
Pola pikir yang positif pada dasarnya setiap orang dapat melakukannya. Namun mungkin dalam penguasaannya tidak selalu sama. Ada yang dapat menerapkannya dalam waktu singkat ada pula yang butuh waktu yang lama. Hal dikarenakan fitrah manusia yang berbeda-beda antara orang yang satu dengan yang lain. Namun berbeda bukan berarti tidak bisa, karena tidak ada hal yang mustahhil di dunia ini untuk dilakukan selama masih dalam batasan untuk manusia.
Jadi di akhir tulisan ini penulis mengajak kepada setiap pembaca untuk selalu melihat hal yang paling terang dari setiap hal dalam hidup kita. Dengan demikian kita dapat mengambil manfaat dari hal tersebut, sekaligus kita dapat menguatkan rasa syukur kita kepada Alloh akan hal tersebut. Dan bila seorang hamba banyak bersyukur maka akan ditambah nikmatnya di dunia ini.
Sekian dan terima kasih.

“ pola pikir positif adalah awal hidup yang berkah”

28 Nop. 08
Nafis Akhsan ( An Nahl)


Read More..